SIWALIMA.id > Berita
Harga Cabai di Ambon Tembus 100 Ribu
Ekonomi | Senin, 22 Juni 2026 pukul 13:46 WIT

AMBON, Siwalima.id - Pemerintah Kota Ambon memastikan kenaikan harga BBM ikut mempengaruhi naiknya harga sejumlah barang kebutuhan di Pasar Mardika.

Data informasi harga pasar yang dirilis Pemerintah Kota Ambon per 17 Juni menunjukkan sejumlah komoditas strategis masih mengalami pergerakan harga.

Cabai rawit terpantau dijual dengan harga Rp 100.000/kg, cabai keriting Rp70.000-Rp80.000/kg. Bawang merah Rp70.000/kg, bawang putih Rp40.000-Rp50.000/kg.

Tomat dijual dengan harga Rp25.000-Rp30.000/kg, Sawi dan bayam Rp15.000/ikat, kangkung Rp10.000-Rp15.000/ikat.

Sementara beras dijual Rp13.500-Rp18.000/kg, minyak goreng Rp15.700-Rp24.000/liter, gula pasir Rp19.000-Rp20.000/kg, sedangkan gulaku dijual Rp22.000-Rp24.000/kg.

Kondisi ini mendorong pemerin­tah untuk terus meningkatkan pengawasan terhadap distribusi dan ketersediaan bahan pokok di pasaran.

Walikota Ambon, Bodewin Wattimena mengatakan pemerintah tidak akan tinggal diam terhadap gejolak harga yang berpotensi memberatkan masyarakat.

“Pemantauan harga dilakukan secara rutin sebagai langkah menjaga stabilitas kebutuhan pokok serta memastikan masyarakat tetap dapat mengakses bahan pangan dengan harga yang wajar,” tegas Wattimena kepada wartawan di Balai Kota, Jumat (19/6)

Menurutnya, pengawasan pasar akan terus dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan harga, terutama menjelang meningkatnya aktivitas ekonomi dan kebutuhan konsumsi rumah tangga masyarakat.

Sementara itu, Kadis Perindag Kota Ambon, Herman Tetelepta mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan harga dan pasokan barang guna menjaga keterjangkauan kebutuhan pokok.

Ia merincikan harga telur ayam dipasarkan dijual Rp28.800- Rp33.600/rak, Daging ayam kampung dijual Rp60.000-Rp75.000/kg, ayam ras berkisar Rp44.000-Rp45.000/kg. Untuk harga daging sapi dijual dengan harga Rp 125.000- Rp130.000/kg.

Sementara harga ikan layang dan ikan cakalang berada pada kisaran Rp30.000-Rp35.000/tumpuk. Ikan tatihu Rp35.000- Rp40.000/kg.

Tetelepta berharap, stabilitas pasokan dapat terus terjaga sehingga gejolak harga tidak semakin menekan daya beli masyarakat.

“Kita menghimbau para pelaku usaha dan distributor untuk menjaga kelancaran distribusi bahan pokok demi menghindari kelangkaan yang dapat memicu kenaikan harga lebih lanjut,” ungkapnya.(S-30)

BERITA TERKAIT