SIWALIMA.id > Berita
BPBD Luncurkan Aplikasi “ARU”
Daerah | Jumat, 24 Oktober 2025 pukul 16:10 WIT

DOBO, Siwalimanews – Sebagai upaya mewujudkan pelayanan penanggulangan bencana yang cepat, akurat, dan berbasis teknologi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Aru melaksanakan kegiatan Implementasi dan Simulasi Penggunaan Aplikasi Pendataan Pascabencana “ARU” (Analisis Responsif untuk Uraian Dampak Bencana).

Kegiatan ini digagas oleh Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Kepulauan Aru, Jecky Elson Bothmir, S.Si, sebagai bagian dari aksi perubahan dalam Diklat Kepemimpinan Administrator (DKA) Tahun 2025.

Implementasi dan simulasi dilaksanakan di tiga kecamatan, Kecamatan Aru Tengah Selatan (Desa Bemun), Kecamatan Aru Tengah Timur (Desa Kojabi), serta Kecamatan Pulau-Pulau Aru (SMP Negeri 2 Dobo dan Desa Durjela).

Kegiatan ini melibatkan petugas lapangan, operator data BPBD, perangkat desa, serta unsur pemerintah kecamatan.

Dalam kegiatan tersebut, Peserta diberikan pelatihan langsung tentang cara menggunakan aplikasi ARU yang berbasis Mobile App, untuk mempermudah proses pengumpulan data kerusakan, kerugian, serta kebutuhan masyarakat terdampak bencana secara digital dan terintegrasi.

Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kepulauan Aru, Jecky Elson Bothmir selaku peserta DKA 2025 menyampaikan bahwa aplikasi ARU hadir sebagai solusi untuk mempercepat proses identifikasi dan inventarisasi pascabencana.

“Melalui digitalisasi pendataan, kita dapat menekan potensi keterlambatan dan kesalahan data. Petugas di lapangan bisa langsung menginput informasi kerusakan dari lokasi kejadian, dan hasilnya dapat diakses secara real-time oleh BPBD,” ungkapnya dalam rilis yang diterima Siwalima, Kamis (23/10)

Sementara itu, Camat Aru Tengah Timur, Kundrat Pekpekay, dalam testimoninya menyampaikan apresiasi atas langkah inovatif BPBD ini.

“Aplikasi ARU menjadi terobosan penting bagi pemerintah daerah. Dengan sistem digital seperti ini, proses pelaporan dampak bencana menjadi lebih cepat dan efisien, sehingga masyarakat terdampak bisa segera mendapatkan perhatian dan bantuan,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Camat Pulau-Pulau Aru, Boris Kwaitota yang menilai kegiatan ini sangat bermanfaat bagi aparat di tingkat kecamatan dan desa.

“Kami mendukung penuh penerapan aplikasi ini. Masyarakat kami kini lebih memahami cara melakukan pendataan berbasis aplikasi, yang sebelumnya dilakukan secara manual dan memakan waktu lama,” kaya Kwsitota.

Terpisah, salah satu peserta pelatihan dari Desa Durjela juga menuturkan pengalamannya saat menggunakan aplikasi tersebut agak sulit, tetapi setelah mendengarkan penjelasan serta langsung mencoba ternyata mudah.

“Awalnya kami agak sulit menggunakan aplikasi, tapi setelah dijelaskan dan dicoba langsung, ternyata sangat membantu. Kami bisa mengirim data kerusakan hanya lewat ponsel,” tuturnya.

Kegiatan implementasi dan simulasi ini diakhiri dengan sesi evaluasi dan penyerahan manual book Aplikasi Bagi Pemerintah Desa.

Kedepan, BPBD Kabupaten Kepulauan Aru akan terus memperluas penerapan aplikasi ARU ke seluruh kecamatan, sesuai dengan rekomendasi Bupati Ke­-pulauan Aru agar sistem pendata­an pascabencana dilakukan secara digital di seluruh wilayah.

Disamping itu, melalui penerapan inovasi ini, BPBD Kabupaten Kepulauan Aru berkomitmen untuk terus bertransformasi menuju sistem penanggulangan bencana yang modern, cepat, dan responsif, selaras dengan visi daerah “Aru Maju, Mandiri, dan Harmonis Berbasis Ekosistem Ekonomi Laut Arafura yang Mendunia”. (S-11)

BERITA TERKAIT