AMBON, Siwalima.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang tidak menentu dalam beberapa waktu ke depan.
Kepala BPBD Kota Ambon, Frits Tatipikalawan, mengatakan berdasarkan analisa BMKG, wilayah Ambon dalam satu bulan ke depan mulai memasuki fase peralihan menuju musim basah.
“Dalam bulan April ini kita mulai mengondisikan ada pergerakan menuju bulan basah. Karena itu, masyarakat harus lebih waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi,” ujar Frits, kepada Siwalima, di Balai Kota Ambon, Kamis (9/4).
Sebagai langkah antisipasi, BPBD Kota Ambon telah lebih dulu turun ke sejumlah lokasi yang sebelumnya pernah terdampak bencana, sekaligus melakukan sosialisasi kepada masyarakat.
Selain itu, BPBD juga berkoordinasi dengan dinas teknis, termasuk pekerjaan umum, untuk melakukan pengukuran di titik-titik rawan. Data hasil pemantauan tersebut rencananya akan dilaporkan ke BNPB sebagai bahan tindak lanjut.
Tatipikalawan menekankan, pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan sebagai langkah pencegahan bencana.
“Himbauan kami, masyarakat harus peduli dengan lingkungan, membersihkan selokan dan drainase agar tidak terjadi banjir saat musim hujan,” jelasnya.
Selain itu, masyarakat juga diminta memperhatikan kondisi pohon di sekitar lingkungan tempat tinggal, terutama yang sudah rimbun dan berpotensi tumbang.
“Pohon-pohon besar yang sudah sangat rimbun bisa dipangkas atau ditebang untuk mengurangi risiko saat cuaca ekstrem,” tambahnya.
BPBD Kota Ambon juga telah melakukan peninjauan di sejumlah wilayah rawan bencana, di antaranya kawasan Belakang Soya, Batu Meja, Karang Panjang (Kilang), Naku, Batugong, Passo, Waiheru, hingga Nania.
Dengan berbagai langkah tersebut, BPBD berharap masyarakat dapat lebih siap menghadapi potensi cuaca ekstrem dan meminimalisir risiko bencana di Kota Ambon. (Mg-1)