SIWALIMA.id > Berita
Bupati Tegaskan MBG Harus Bebas dari Kelalaian dan Kasus Keracunan
Malteng Membangun , Suplemen | Rabu, 19 November 2025 pukul 14:03 WIT

PEMERINTAH Kabupaten Maluku Tengah kembali memperkuat upaya pemenuhan gizi anak sekolah melalui peluncuran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Kota Masohi, Sabtu (15/11).

 SPPG Ampera resmi beroperasi sebagai pusat layanan baru setelah SPPG Lesane dan Letwaru, yang sebelumnya telah berjalan.

Launching MBG ini berlangsung dengan tegas melalui sambutan Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Malteng, Eliezer Istia,

Dalam sambutannya, Zulkarnain menegaskan, MBG merupakan program strategis nasional yang tidak boleh dipandang sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan intervensi nyata untuk menjamin terpenuhinya kebutuhan gizi anak-anak sekolah.

“Program MBG bukan hanya soal memberi makan. Ini tentang memastikan setiap anak menerima asupan gizi berkualitas, yang secara langsung memengaruhi tumbuh kembang, kecerdasan, dan daya tahan tubuh mereka,” tandas Eliezer menyampaikan penegasan Bupati.

Bupati menaruh perhatian serius terhadap kualitas dan keamanan makanan yang disajikan melalui program ini. Ia mengingatkan bahwa kasus keracunan akibat kelalaian pengolahan menu MBG telah terjadi di beberapa daerah dan tak boleh sampai terjadi di Maluku Tengah.

“Saya tegaskan, jangan sampai ada kelalaian. Tidak boleh ada kasus keracunan di Malteng hanya karena pengawasan yang longgar atau proses pengolahan yang tidak sesuai standar. Ini menyangkut keselamatan anak-anak kita,” tegas Bupati.

Ia memerintahkan agar seluruh tahapan pelaksanaan mulai dari penyusunan menu, pemilihan bahan pangan, proses masak hingga penyajian wajib dilakukan secara higienis, aman, dan sesuai standar gizi.

Bupati juga memberi apresiasi kepada Yayasan Al-Barqah Nah­dliyin yang kembali dipercaya sebagai mitra pelaksana (SPPG). Namun ia menegaskan bahwa kepercayaan tersebut harus dibuktikan lewat kerja profesional dan berintegritas.

“Kepercayaan bukan hadiah, tetapi tanggung jawab. Saya minta Yayasan Al-Barqah Nahdliyin menjaga amanah ini dengan penuh kesungguhan,” imbuhnya.

Bupati memerintahkan agar peng­awasan diperketat dan koordinasi antar pihak SPPG, sekolah, dan pemerintah keca­matan ditingkatkan. Evaluasi juga harus dilakukan rutin dan tepat waktu untuk mengantisipasi potensi masalah sejak dini.

Pemerintah berharap hadirnya SPPG Ampera dapat memperluas jangkauan layanan gizi, sekaligus memastikan generasi Maluku Tengah tumbuh lebih sehat, cerdas, dan berkarakter. (S-17)

BERITA TERKAIT