SIWALIMA.id > Berita
Enam Bulan Gaji tak Dibayar, Karyawan PT Karlez Palang Perusahaan
Daerah | Senin, 24 November 2025 pukul 14:44 WIT

BULA, Siwalima.id - Puluhan karyawan PT Karlez Petroleum Seram Ltd di Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur, melakukan aksi pemalangan di gerbang utama perusahaan terse­but, Sabtu. (22/11)

Aksi ini yang dilakukan puluhan karyawan ini dilakukan sebagai bentuk protes, lantaran selama 6 bulan gaji mereka tak kunjung dibayarkan terhitung mulai bulan Mei hingga November 2025. 

Perwakilan Karyawan PT Karlez Wahyu mengungkapkan, apa yang dilakukan mereka ini, adalah bagian dari aksi protes yang ber­kai­tan dengan gaji mereka yang sudah enam bulan belum ter­bayarkan.

“Tujuan kami melakukan aksi ini, agar ada perhatian dari manaje­men. Kita dalam aksi ini tidak anarkis, sebab kita tahu disini ada aset milik negara,” tandasnya

Menurutnya, kondisi karyawan saat ini semakin sulit, mengapa demikian, karena kami sudah bekerja selama berbulan-bulan tanpa diupah. 

Namun, bila perusahaan segera membayar gaji para pekerja, maka mereka siap kembali beraktivitas seperti biasa.

“Total semua karyawan baik dari Bula hingga Jakarta itu kalau tidak salah hampir 100 lebih yang belum menerima gaji selama 6 bulan dan situasi seperti ini sangat mem­beratkan kami,” ucap Wahyu.

Ditanya, apakah masalah ini sudah pernah dikonfirmasikan ke pihak manajemen peusahaan, Wahyu mengaku, mereka sudah beberapa kali menyurati pihak manajemen perusahaan dengan tujuan untuk meminta kepastian pembayaran gaji, namun tidak pernah direspons oleh pihak manajemen.

Bahkan, upaya mediasi dengan pemerintah daerah melalui Disnakertrans juga tak menemukan solusi.  “Kami jamin, aksi ini tetap berlangsung secara damai. Yang kami sesali, sampai sekarang tak ada kejelasan dari manajemen,” tandas Wahyu.

Ia mengaku, dengan aksi pemalangan yang dilakukan para karyaan ini, Pemerintah maupun manajemen perusahaan memberikan perhatian serius terhadap nasib para pekerja. “Pemalangan ini sebagai tanda, kami mogok kerja sampai dengan seluruh gaji kami dibayarkan,” tegasnya.

Ia mengaku, masalah keterlambatan pembayaran gaji ini sebelumnya juga telah dibahas bersama DPRD SBT dan Dinas Nakertrans, namun hingga saat ini tak ada kejelasan sama sekali.

Para karyawan berharap, ada langkah dari SKK Migas. Mudah-mudahan mereka bisa mengambil sikap terkait masalah ini secepatnya. 

Hal yang sama juga dikemukakan Asmawi Kafara, bahwa mereka mengambil tindakan untuk melakukan aksi pemalangan ini sebagai langkah terakhir mereka untuk mengupayakan agar gaji mereka selama 6 bulan dibayarkan. 

“Kami minta perhatian pemerintah pusat, kasihan kami butuh makan minum, anak kami butuh biaya sekolah. Kalau kami tidak dapat gaji, anak anak kami juga tidak bisa makan dan sekolah,” tandas Asmawi.

Ia mengaku, sebagai karyawan mereka tidak mengetahui penyebab sampai dengan gaji mereka selama 6 bulan tak dibayarkan, sebab pihak manajemen tyak pernah menjelaskan kepada mereka.

“Kami palang perusahaan ini sampai menunggu pembayaran gaji kami 6 bulan, itu komitmen kami,” tegas Asmawi diikuti teriakan setuju oleh puluhan karyawan lainnya. (S-27)

BERITA TERKAIT