SIWALIMA.id > Berita
GAMKI MBD Soroti Kenaikan Harga Tiket Trigana Air
Online | Jumat, 17 April 2026 pukul 18:31 WIT

TIAKUR, Siwalima.id - Ketua Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kabupaten Maluku Barat Daya, Eros J Akse, menyoroti kenaikan harga tiket pesawat rute Moa-Ambon yang diberlakukan oleh maskapai penerbangan Trigana Air, mulai Kamis (16/4).

Berdasarkan informasi yang beredar di masyarakat, harga tiket untuk rute Moa-Ambon naik menjadi Rp1.879.000, sementara rute Ambon-Moa mencapai Rp1.935.000.

Eros menilai kenaikan tersebut cukup memberatkan masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan seperti MBD yang sangat bergantung pada transportasi udara.

“Transportasi udara di daerah kepulauan bukan pilihan, tetapi kebutuhan utama. Kenaikan harga tiket ini tentu berdampak langsung terhadap mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi,” tulis Eros, dalam rilisnya yang diterima redaksi Siwalima.id, Jumat (17/4).

Untuk itu, Eros minta adanya transparansi dari maskapai penerbagangan, terkait komponen kenaikan harga tiket, termasuk biaya bahan bakar (avtur), pajak serta biaya operasional lainnya.

Selain itu, GAMKI juga mendorong pemerintah melalui Kementerian Perhubungan, Pemkab dan DPRD MBD, untuk melakukan evaluasi terhadap kebijakan tarif, khususnya pada rute-rute perintis dan wilayah tertinggal.

“Kami berharap pemerintah hadir memastikan, bahwa harga tiket tetap dalam batas wajar dan tidak melampaui kemampuan masyarakat. Perlu ada pengawasan ketat agar kenaikan ini tidak merugikan masyarakat,” tegasnya.

Eros juga menyoroti, terbatasnya pilihan maskapai pada rute tertentu yang dinilai berpotensi memengaruhi tingginya harga tiket.

Pemerintah juga perlu membuka peluang kompetisi yang sehat serta mempertimbangkan intervensi kebijakan, termasuk subsidi atau skema pelayanan publik, guna menjaga keterjangkauan transportasi udara di wilayah kepulauan.

Pihaknya berharap, kenaikan tarif ini dapat segera ditinjau kembali, dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat serta prinsip keadilan akses transportasi bagi seluruh warga, khususnya di daerah terpencil.

“Ini penting untuk dilihat, jangan sampai masyarakat di daerah kepulauan semakin terisolasi akibat mahalnya biaya transportasi udara," pungkasnya.(S-28)

BERITA TERKAIT