DOBO, Siwalima - Berada di Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 718 yang mencakup perairan Laut Aru, Laut Arafuru dan Laut Timor bagian Timur menjadikan Kabupaten Kepulauan Aru kaya akan sumber daya laut.
Ikan jadi salah satu magnet bagi investor asal Tiongkok untuk berinvestasi di Bumi Jargaria.
Survei dilakukan oleh PT. Pusaka Benjina Resource (PBT) di lokasi area belakang Wamar Desa Durjela, Kecamatan PP Aru dan Benjina, bekas perusahaan Jayanti yang sekarang dinamakan Industri Perikanan Aru (IPA).
“Investor China melirik sektor perikanan di kepulauan Aru, kata bupati Bupati Aru, Timotius Kaidel kepada wartawan di ruang kerjanya.
Dikatakan, kedatangan PT PBT di bidang perikanan yang diharapkan akan membawa dampak positif bagi daerah ini.
Selain melakukan survei, investor juga berencana membangun infrastruktur seperti jembatan dan coldstorage untuk menampung kapal tangkap dan kapal penampung dengan kapasitas besar.
“Mereka berharap lokasi tersebut bisa menampung sekitar 500 unit kapal tangkap serta kapal penampung di atas GT 5000,” ungkapnya.
Dalam survei yang dilakukan di dua lokasi, tim pengusaha mengecek kedalaman laut serta kondisi perairan.
Ia menambahkan, Investor Tiongkok berencana mendatangkan kapal dari Negara untuk melihat potensi perikanan di Kepulauan Aru.
“Kami berharap sumber daya atau pengusaha setempat yang bergerak di bidang perikanan bisa bekerja sama dengan mereka,” pintanya.
Dengan bekerja sama dengan perusahaan besar, nelayan local mendapatkan manfaatnya.
“Hasil tangkapan mereka bisa ditampung dulu di coldstorage dan diproses di lokasi coldstorage yang dimiliki oleh swasta di Aru,” jelasnya.
Selain itu, investasi ini diharapkan dapat membantu pemerintah daerah dalam membuka lapangan kerja, meningkatkan ekonomi dan memperbaiki infrastruktur pelabuhan.
“Mereka juga berniat membantu nelayan lokal dengan meningkatkan kapasitas mereka, memperbarui ukuran kapal dan alat tangkap, serta menyuplai logistik untuk operasional,” janjinya.
Lebih lanjut, katanya investor Tiongkok juga meminta pemerintah daerah untuk membuat pemetaan di laut Aru, tentang jenis ikan apa dan pada musim apa saja yang dapat ditangkap.
“Untuk udang sendiri, pihaknya akan berupaya memodifikasi alat tangkap yang ramah lingkungan kepada nelayan lokal,” ungkapnya.(S-11)