AMBON, Siwalimanews – Pelaksana harian Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi, Achamd Jais Ely, menemukan sejumlah masalah di Pasar Mardika.
Temuan ini dilakukan setelah dirinya ditunjuk oleh Gubernur Maluku sebagai Plh Kadisperindag menggantikan Yahya Kotta yang sedang menjalani pengobatan di luar Ambon.
“Betul jadi saya sudah menerima keputusan Gubernur tentang penunjukan saya sebagai Plh Kadisperindag karena pak Yahya sementara cuti besar untuk berobat,” ungkap Jais kepada Siwalima melalui telepon selulernya, Kamis (3/7).
Pasca ditunjuk, Jais langsung mengumpulkan jajaran Dinas Perdagangan dan Perindustrian untuk mendengarkan penjelasan terkait persoalan termasuk pengelolaan pasar Mardika yang hari ini lagi viral.
Setelah mendengar persoalan tersebut Jais langsung melakukan on the spot ke pasar Mardika dan mendapatkan masalah yang begitu banyak pasar.
“Ternyata apa yang didapatkan yang itu benar bahwa kondisi pasar lumayan kotor, berantakan, tidak terurus dan saya langsung berkelilingi pasar ternyata banyak masalah yang harus dibenahi,” ucap Jais.
Bahkan Jais juga melihat langsung personalia Pasar Mardika dimana memang ternyata ada strukturnya, tetapi sub sistemnya tidak bekerja artinya anak orang ada tetapi tidak ada sistem yang bekerja.
Setelah kunjungan tersebut, Jais langsung mengumpulkan semua pejabat terkait di Dinas Perindag untuk segera diambil langkah penanganan guna membenahi Pasar Mardika.
“Mudah-mudahan beberapa hari kedepan ada perbaikan terhadap Pasar Mardika,” imbunya.
Tak hanya itu, Jais juga memastikan akan melakukan koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Ambon guna dilakukan penanganan terhadap sampah yang selama ini belum ditangani dengan baik, salah satunya dengan kerja sama.
“Soal sampah saya tidak bisa bekerja sendiri dan pimpinan saya pak Gubernur dengan slogan Par Maluku Pung Bae harus didukung penuh dan direalisasikan,” jelasnya.
Jais menegaskan perintah gubernur jelas bahwa Pasar Mardika merupakan sumber PAD itu penting, tetapi jauh lebih penting pelayanan kepada masyarakat sehingga masyarakat tidak mengeluh.
“Pelayanan kepada masyarakat secara lebih penting dari segala-galanya sehingga kita ini sebagai aparatur kita akan lakukan pembenahan di pasar Mardika,” tegas Jais. (S-20)