AMBON, Siwalima.id - Kapolda Maluku, Irjen Dadang Hartanto mengajak semua pihak termasuk organisasi pemuda dan mahasiswa bersama-sama menjaga keamanan dan mencegah konflik sosial di Maluku.
Penegasan tersebut disampaikan Kapolda saat menerima audiensi DPP Mahasiswa Muhammadiyah Maluku dan BEM Nusantara Wilayah Maluku di Mapolda Maluku, Jumat (6/2).
Dalam pertemuan itu Kapolda menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa menjalin silaturahmi dan komunikasi dengan Polda Maluku.
Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan, khususnya dalam membangun kualitas sumber daya manusia dan menjaga kondusifitas daerah.
“Mahasiswa adalah mitra strategis Polri. Pendidikan menjadi fondasi utama pembangunan SDM Maluku dan kader-kader mahasiswa diharapkan mampu berkontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya
Kapolda menilai hubungan antara Polri dan organisasi kemahasiswaan di Maluku selama ini terjalin secara harmonis.
Kolaborasi kata dia, perlu terus diperkuat untuk mencegah potensi konflik sosial di tengah dinamika demokrasi dan perbedaan pandangan yang berkembang di masyarakat.
Sementara itu Ketua DPD IMM Maluku, Arjun Booy mengatakan audiensi merupakan agenda perdana.
Ia juga mengundang Kapolda untuk memberikan stadium general pada pelantikan pengurus IMM Maluku mendatang.
Dalam audiensi terpisah bersama BEM Nusantara Wilayah Maluku, Kapolda kembali menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam meredam provokasi dan menyelesaikan persoalan sosial secara bermartabat.
“Kita harus belajar dari sejarah konflik sosial di Maluku. Mahasiswa, BEM dan organisasi kepemudaan harus menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan dan menyampaikan aspirasi dengan adab dan etika,” katanya.
Kapolda juga menyoroti dampak negatif penyebaran informasi yang berlebihan di media sosial, yang berpotensi memperbesar persoalan kecil menjadi konflik terbuka.
Ia menyebut situasi keamanan yang kondusif menjadi prasyarat utama masuknya investasi dan peningkatan sektor pariwisata di Maluku.
Sementara itu, Koordinator BEM Nusantara Wilayah Maluku, Robert Selanno menyatakan komitmen mahasiswa untuk terus bersinergi dengan Polda dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Ia juga menyampaikan sejumlah kajian mahasiswa, termasuk usulan pembangunan pos keamanan permanen di kawasan Universitas Islam Negeri Ambon.
Audiensi dengan IMM dan BEM Nusantara tersebut menegaskan pendekatan keamanan partisipatif yang terus dibangun Polda Maluku.
Melalui dialog terbuka dengan mahasiswa, Polri berharap potensi konflik dapat dicegah sejak dini, sekaligus mendorong tumbuhnya demokrasi yang sehat dan berkeadaban di Maluku. (S-25)