AMBON, Siwalima.id - Kementerian Kelautan dan Perikanan memastikan, akan melakukan survei terhadap ratusan desa calon kampung nelayan merah putih di Maluku.
Penegasan ini disampaikan Dirjen Perikanan Tangkap, Lotharia Latif saat melakukan sosialisasi Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Provinsi Maluku tahun 2026 di Kantor Gubernur, Kamis (12/3).
Mantan Kapolda Maluku ini mengungkapkan, kedatangannya di Maluku merupakan penugasan langsung dari Menteri Kelautan dan Perikanan Wahyu Sakti Tenggronono, guna melihat kesiapan daerah dalam pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih.
Program Kampung Nelayan Merah Putih merupakan program nasional yang digagas oleh Presiden, Prabowo Subianto, dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui tata kelola perikanan yang lebih baik, modernisasi peralatan, serta pembangunan infrastruktur pendukung di kawasan pesisir.
Menurutnya, di tahun 2025 Provinsi Maluku memang belum mendapatkan alokasi kampung nelayan yang banyak, sebab tercatat hanya dua kampung nelayan yang dibangun di Maluku yakni, di Kota Tual dan Kabupaten Buru.
“Untuk tahun 2026 ini memang kami telah menerima lebih dari seratus usulan lokasi dari Maluku, yang selanjutnya akan melalui proses survei oleh tim kami,” ucap Latif.
Ia mengaku, Maluku sebagai daerah dengan potensi kelautan dan perikanan yang sangat besar, maka program kampung nelayan merah putih ini harus dapat menjadi penggerak utama peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Disisi lain, kampung nelayan nantinya diharapkan dapat membuka lapangan pekerjaan baru serta mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Maluku.
“Jika hasil survei menunjukkan banyak lokasi di Maluku yang memenuhi syarat, maka peluang untuk pembangunan akan semakin besar, artinya apabila hingga 150 lokasi memenuhi kriteria, tentu akan kami dorong untuk dapat dibangun,” janji Latif.
Mantan Kapolda Maluku ini juga minta, pemda baik provinsi maupun kabupaten/kota agar terus memberikan dukungan terhadap program ini, khususnya untuk pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih di Kota Tual dan Kabupaten Buru yang dinilai telah berjalan dengan baik.
Pasca pembangunannya dilakukan oleh pemerintah pusat, maka pengelolaan operasional Kampung Nelayan Merah Putih akan diserahkan kepada koperasi desa Merah Putih di masing-masing daerah untuk dikelola.
"Kita berharap program ini dapat menjadi gerakan pembangunan berbasis masyarakat, dari masyarakat dan untuk masyarakat, guna mewujudkan kesejahteraan nelayan serta memperkuat sektor kelautan dan perikanan di Provinsi Maluku," harap Latif.
Ditempat yang sama, Gubernur Maluku menyampaikan rasa syukur atas dukungan pemerintah pusat terhadap pembangunan sektor kelautan dan perikanan di Maluku.
Menurutnya, pada tahun 2025 Provinsi Maluku telah mendapatkan dua lokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih yaitu di Kota Tual dan Kabupaten Buru.
“Intinya kita bersyukur kepada pemerintah pusat karena pada tahun 2025 Maluku sudah mendapatkan dua lokasi pembangunan. Kita berharap pada tahun 2026 akan ada lebih banyak lagi desa atau kampung yang memenuhi syarat untuk menjadi Kampung Nelayan Merah Putih sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” uharap gubernur.(S-20)