SIWALIMA.id > Berita
Kota Ambon Masih Andalkan Sektor Perikanan
Daerah | Kamis, 5 Februari 2026 pukul 13:51 WIT

AMBON, Siwalima.id - Memiliki sumber daya alam terbatas, Kota Ambon masih mengandalkan sektor perikanan guna menopang perekonomian masyarakat.

Dinas Perikanan Kota Ambon tahun 2025 mencatat, produksi perikanan tangkap di TPI Rumah Lelang Arumbae mencapai 1.191 ton.

“Produksi tersebut bersumber dari sentra-sentra nelayan yang tersebar di sejumlah kecamatan. Sektor perikanan masih menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah,” jelas Kadis Perikanan Kota Ambon, Henly C Simatauw kepada Siwalima di Ambon, Rabu (4/2).

Ia mengaku, aktivitas penangkapan ikan masih sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca ekstrem dan gelombang tinggi yang berdampak langsung pada keselamatan nelayan.

Selain faktor alam, kepastian akses bahan bakar minyak (BBM) juga menjadi persoalan krusial dalam mendukung keberlanjutan usaha nelayan.

Untuk menjawab persoalan tersebut, dinas tengah menyiapkan berbagai dokumen pendukung, seperti perizinan usaha, surat kepemilikan kapal, serta elektronik buku kapal perikanan sebagai syarat penerbitan rekomendasi BBM bagi nelayan.

“Dokumen-dokumen ini penting agar nelayan memperoleh kepastian dan kemudahan akses BBM secara legal dan berkelanjutan,” urainya.

Untuk jumlah nelayan sendiri lanjutnya terdata dalam sistem Kusuka mencapai 2.374 orang.

Nelayan tergabung dalam 78 kelompok usaha bersama, didukung oleh armada perikanan tangkap berupa 86 unit kapal purse seine (5–9 GT), 712 unit kapal pancing tonda berukuran (1,5 GT), serta 1.200 unit kapal gill net (1 GT).

“Kebutuhan alat bantu tangkap berupa rumpon juga masih cukup tinggi. Namun pengaturannya memerlukan izin dari Dinas Perikanan Maluku,” katanya.

Sebagai ibu kota Provinsi Maluku, Kota Ambon memiliki posisi strategis sebagai pusat perdagangan ikan, baik untuk konsumsi lokal maupun perdagangan antar pulau, dengan dukungan suplai ikan dari wilayah Seram, Banda, Buru, hingga Mahmuah Belakang.

Meski memiliki potensi besar, ia mengakui sektor perikanan tangkap masih menghadapi tantangan serius, terutama fluktuasi harga ikan yang mengikuti dinamika pasar luar daerah serta mutu ikan yang belum tertangani secara optimal.

Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya nilai jual hasil tangkapan nelayan. Perikanan Budidaya tumbuh, Namun butuh penguatan.

Selain perikanan tangkap, ia menilai sektor perikanan budidaya di menunjukkan perkembangan yang cukup baik dan memiliki potensi besar untuk mendukung perekonomian daerah.

Pada tahun 2025, produksi perikanan budidaya tercatat mencapai 139.008 kilogram untuk budidaya air laut dan 61.132 kilogram untuk budidaya air tawar.

Kegiatan budidaya ini tersebar di Kecamatan Sirimau, Teluk Ambon, Baguala, Nusaniwe hingga Leitimur Selatan.

Kita punya 74 kelompok budidaya air laut dengan total luasan mencapai 10.228 m² serta 46 kelompok budidaya air tawar dengan total luasan 3.873,9 m²,” jelasnya.

Namun sebagian besar pembudidaya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan modal usaha, ketersediaan pakan dan benih berkualitas.

“Persoalan ini menjadi fokus perhatian pemerintah dalam pengembangan perikanan budidaya ke depan,” janjinya.

Untuk sub sektor perikanan tangkap, komoditas unggulan Kota Ambon meliputi ikan Tongkol, Cakalang, Tuna, serta ikan pelagis kecil.

Sementara itu, komoditas unggulan perikanan budidaya air laut meliputi ikan Bubara, Kerapu dan Kakap, sedangkan budidaya air tawar didominasi oleh ikan Lele, Nila dan Mas.

Selain menciptakan lapangan kerja dan sumber pendapatan baru, perikanan budidaya juga berperan dalam menjaga stabilitas pasokan ikan, memperkuat ketahanan pangan, serta mengurangi ketergantungan suplai ikan dari luar daerah.

Pemanfaatan potensi laut telah dimanfaatkan oleh nelayan lokal melalui penggunaan alat tangkap seperti pancing tonda, gillnet, serta perahu tanpa motor.

Penempatan rumpon turut memberikan dampak positif terhadap peningkatan hasil tangkapan.

Selain di perairan Ambon, nelayan juga melakukan aktivitas penangkapan ikan hingga ke laut Seram dan laut Banda.

“Dengan pengelolaan yang tepat dan dukungan kebijakan yang berpihak kepada nelayan, sektor perikanan dapat terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir dan jadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” tutupnya. (Mg-1)

BERITA TERKAIT