Iklan Homepage 1
SIWALIMA.id > Berita
Kunjungi Perpustakaan Rumpius, Ini Janji Menbud
Daerah | Senin, 1 Desember 2025 pukul 14:09 WIT

AMBON, Siwalima.id - Menteri Kebudayaan, Fad­li Zon melakukan kun­ju­ngan kerja ke Kota Ambon, Jumat (28/11).

Tiba di Ambon Menbud didampingi Direktur Seja­rah dan Permuseuman, Agus Mulyana dan Staf Khu­sus Menteri, Rachmanda Primayuda menyempatkan diri mengunjungi Kantor Balai Pelestarian Kebu­dayaan Wilayah XX. Kunju­ngan ini, untuk meninjau sejumlah cagar budaya dan memperkuat kolabo­rasi pelestarian budaya di wilayah timur Indonesia. 

Usai kunjungan ke Kantor BPKW XX, Menbud dan rombongan mengunjungi Perpus­ta­akan Georg Eberhard Rumpius yang berlokasi di Gereja Katedral Fransiskus Xaverius Ambon. Disana, Menbud berjanji akan mela­kukan revitalisasi terhadap perpustakaan Rumpius.

Georg Eberhard Rumpius me­nurut Menbud, merupakan se­orang ilmuwan yang sangat penting dalam sejarah peradaban ilmu pengeta­huan, termasuk orang yang pertama menulis tentang khazanah kekayaan alam atau biodiversity nusantara.

Hasil-hasil penelitian yang dila­kukan Rumpius, telah banyak mem­pengaruhi ilmuan lain, termasuk Alfred Wallace, Charles Darwin dan juga tokoh-tokoh naturalis biologis yang lain di Nusantara.

“Buku yang ditulis oleh rumpius adalah buku-buku yang dianggap monumental dalam sejarah atau tonggak ilmu pengetahuan seperti Herbarium Amboinense yang berisikan flora dan kekayaan di Ambon yang diterbitkan jauh setelah dia meninggal,” ungkap Menbud kepada Siwalima, disela-sela kunjungan itu.

Menbud mengaku, perpusta­kaan rumpius di Gereja Katedral Ambon sangat lengkap, termasuk adanya koleksi cetakan pertama buku rumpius dengan judul Curiosity Cabinet yang menulis tentang berbagai macam flora dan fauna di Ambon yang penelitiannya cukup lama dan mendalam.

Apalagi, buku yang ditulis rumpius merupakan suatu cerita tragis dengan pengalaman selama hidup di Ambon, karena kehilangan istri dan anak akibat gempa dan tsunami saat itu, walaupun kemu­dian bukunya tenggelam dan Rumpius harus menulis kembali berdasarkan ingatan.

“Jadi buku Rumpius ini cukup tebal dan terbit akhirnya dia meninggal di Belanda dan cetakan sekarang ada di perpustakaan Leiden Belanda,” jelas Menbud.

Menbud mengaku, dengan keberadaan perpustakan Rumpius ini, maka Kementerian Kebuda­yaan akan merevitalisasi perpusta­kaan yang ada di Gereja Katedral Fransis­kus Xaverius, agar masya­rakat terutama mahasiswa dan siswa dan tamu asing yang datang ke Ambon bisa melihat dan menikmati bacaan dan koleksi rumpius disini.

“Kita usahakan secepat mungkin kita lakukan revitalisasi perpusta­kaan ini,” jani Menbud.

Revitalisasi perpustakaan Rum­pius kata Menbud, sejalan dengan perjalanan 400 tahun Rumpius yang akan dilaksanakan pada tahun 2027 mendatang.

“Ini bukan soal Rumpius ini orang berdarah Jerman yang ikut dalam rombongan VOC, tapi kita melihat kontribusinya, terutama dalam dunia sains dengan mem­per­kenalkan khazanah kekayaan flora dan fauna di  Ambon dan Nusantara,” ungkap Menbud.

Tinjau Cagar Budaya 

Selain mengunjungi Perpusta­ka­an Rumpius, Menbud juga me­ngun­jungi sejumlah cagar budaya yang ada di Kota Ambon dan sekitarnya.

Kepala BPK Wilayah XX Dody Wiranto dakam rilisnya yang dite­rima redaksi Siwalima, Minggu (30/11) menjelaskan, kunjungan ini men­jadi bagian dari evaluasi menye­luruh pemerintah terhadap pengelolaan situs-situs budaya nasional.

Sebelum mengunjungi lokasi-lokasi cagar budaya, Menbud lebih dulu meninjau fasilitas balai, terma­suk Nanomuseum Budaya Maluku, area praktik Sikartu dan Sikarlo, perpustakaan, serta ruang mini teater milik Kantor BPK Wilayah XX.

Didepan Menbud, pihak BPK Wilayah XX memaparkan fungsi dan pengembangan fasilitas pendidikan budaya tersebut. 

Agenda kemudian berlanjut ke Benteng Nieuw Victoria, Cagar Budaya Peringkat Nasional di pusat Kota Ambon. Disini Menbud diterima Pangdam XV Pattimura, Mayjen Putranto Gatot Sri Handoyo dan Komandan Denkav 5/BLC Mayor Kav Yulius Tri Pratisto.

Menbud juga meninjau ruang bawah tanah benteng yang pernah digunakan sebagai tempat pena­hanan Kapitan Pattimura, serta area makam peninggalan VOC.

Rombongan kemudian bergerak ke Benteng Amsterdam di Desa Hila, Kecamatan Leihitu, Kabupa­ten Maluku Tengah yang meru­pakan salah satu ikon sejarah abad ke-17 yang juga berstatus cagar budaya nasional.

“Di lokasi yang diyakini pernah dihuni ilmuwan Georg Eberhard Rumphius itu, Menbud meninjau Sumur Rumphius dan area benteng pada lantai dua,” tulis Wiranto dalam rilisnya.

Menbud juga memberikan arahan untuk pengembangan museum mini Rumphius guna mendukung edukasi sejarah bagi masyarakat dan wisatawan.

“Aset budaya Maluku luar biasa kaya dan bersejarah. Ini warisan penting yang harus dijaga dan dimanfaatkan bagi generasi men­datang,” jelas Wiranto mengutip ucapan Menbud.

Menbud lanjut Wiranto, juga mengapresiasi upaya Denkav 5/BLC dalam menjaga kelestarian situs bersejarah tersebut dan menilai, pihak balai berperan strategis sebagai pusat edukasi publik dan pelestarian identitas budaya Maluku. (S-20/S-25)

BERITA TERKAIT