AMBON, Siwalima.id - Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri menunjuk Benhur George Watubun kembali memimpin partai berlambang banteng kekar moncong putih, di Provinsi Maluku, periode 2025-2030.
Ketua DPRD Maluku ini dibantu oleh Sekretaris, Nancy Purmiasa dan bendahara Andreas JW Taborat.
Tiga petinggi PDI Perjuangan Maluku dan pengurus lainnya itu dilantik oleh Sekretaris Jenderal DPP Hasto Kristiyanto yang berlangsung dalam Konferensi Daerah (Konferda) VI dan Konferensi Cabang Gabungan (Konfercab) DPC PDI Perjuangan Kota Ambon, Kabupaten Maluku Tengah, dan Kabupaten Seram Bagian Barat, yang digelar di Kota Ambon, Minggu (2/11).
Hasto dalam sambutannya menegaskan, pelantikan pengurus DPD PDI Perjuangan Maluku bukan hanya seremoni organisasi, tetapi momentum konsolidasi dan pembuktian ideologis bagi seluruh kader partai.
“Pelantikan ini menjadi simbol tanggung jawab ideologis. Kader PDI Perjuangan harus bekerja dengan hati, turun ke bawah dan menyatu bersama rakyat,” tegas Hasto.
Ia memuji semangat dan loyalitas kader di Maluku yang dinilai tetap teguh di bawah bimbingan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.
“Saya menyaksikan semangat luar biasa dari kader Maluku. Inilah kekuatan PDI Perjuangan, solid, disiplin dan berakar kuat di tengah rakyat,” ujarnya.
Usai pelantikan, Ketua DPD terpilih Benhur George Watubun menyampaikan pidato politik perdananya di hadapan peserta konferensi.
Ia mengawali dengan ucapan syukur dan apresiasi kepada seluruh jajaran DPP yang telah memberikan kepercayaan kepadanya untuk memimpin partai di Maluku.
“Kami dan 24 fungsionaris DPD baru saja diambil sumpah dan janji jabatan. Ini bukan sekadar kepercayaan, tapi tanggung jawab besar untuk membesarkan partai. Terima kasih kepada Ibu Megawati Soekarnoputri, Bapak Sekjen Hasto Kristiyanto, dan seluruh jajaran DPP yang telah mempercayakan amanah ini,” ujar Benhur.
Benhur menegaskan bahwa masa jabatan ini akan digunakan untuk bekerja keras dan cerdas dalam memperkuat struktur partai hingga ke akar rumput.
“Mulai besok kita tidak boleh banyak bicara. Yang kita bicarakan adalah kerja nyata. Kalau saat ini kita punya delapan kursi, maka 2029 kita harus raih sembilan sampai sepuluh kursi,” tegasnya disambut tepuk tangan meriah peserta konferensi.
Dalam pidatonya, Benhur juga mengingatkan pentingnya soliditas, kedisiplinan, dan integritas dalam mengelola partai.
Ia menegaskan bahwa pengurus tidak boleh menjadi “raja-raja kecil” di daerah.
“Kalau saya sebagai ketua, sekretaris, atau bendahara melakukan penyelewengan, maka bidang kehormatan partai harus memeriksa dan mengadili secara internal. Kita tidak boleh mempergunakan jabatan untuk kepentingan pribadi. PDI Perjuangan bukan tempat membesarkan diri, tapi wadah membesarkan rakyat,” ujarnya dengan tegas.
Ia pun menyampaikan tiga pesan penting kepada seluruh jajaran kader dan pengurus DPD-DPC se-Maluku: jaga persatuan, hindari penyimpangan, dan perkuat rasa kekeluargaan.
“Jagalah persatuan. Rangkul siapa pun, bahkan mereka yang tidak sejalan dengan kita. Jangan sampai ada laporan ke DPP tentang kinerja buruk atau kebijakan menyimpang. Semua keputusan harus untuk kepentingan bersama,” seru Benhur.
Selain itu, Benhur juga menyoroti pentingnya transparansi keuangan partai. Ia menegaskan bahwa seluruh pengurus harus bertanggung jawab dan tidak mempermainkan urusan keuangan organisasi.
“Jangan jadi Ketua DPD yang juga bertindak seperti bendahara. Manajemen partai harus dijalankan dengan sistem, bukan dengan kekuasaan. Semua pengurus harus transparan dan disiplin,” ucapnya.
Benhur juga menegaskan pentingnya pendekatan humanis kepada kader di tingkat bawah.
“Kita harus menghormati teman-teman di tingkat cabang, anak cabang, dan ranting. Jangan memandang mereka kecil. Mereka juga adalah tokoh masyarakat yang punya peran besar dalam membesarkan partai,” katanya.
Mengakhiri pidatonya, Benhur menyerukan agar seluruh kader PDI Perjuangan Maluku bersiap menghadapi agenda politik mendatang.
Mega Tunjuk
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Hj. Megawati Soekarnoputri, secara resmi menetapkan Ketua DPRD Maluku, Benhur George Watubun sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Maluku masa bakti 2025–2030.
Keputusan tersebut dibacakan dalam Konferensi Daerah (Konferda) VI DPD PDI Perjuangan Maluku yang digelar di Ballroom Hotel Santika Premiere, Minggu (2/11), oleh Wasekjen Bidang Internal DPP PDI Perjuangan, Dolfie Othniel Fredric Palit.
“Berdasarkan hasil evaluasi terhadap psikotes dan rapat pleno DPP PDI Perjuangan, menetapkan Benhur George Watubun sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku masa bakti 2025–2030,” ujar Dolfie saat membacakan keputusan partai.
DPP menginstruksikan agar struktur DPD PDI Perjuangan Maluku berjumlah sekurang-kurangnya 19 orang dan sebanyak-banyaknya 25 orang, menyesuaikan dengan komposisi Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan masa bakti 2025–2030.
“Struktur disusun antara 19 hingga 25 orang sesuai komposisi DPP. Tujuannya agar kepengurusan di daerah tetap ramping, namun efektif dalam menjalankan kerja-kerja politik partai,” tutup Dolfie.
Hasto Puji Loyalitas
Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto mengapresiasi kedisiplinan ideologis serta militansi jajaran PDI Perjuangan Provinsi Maluku.
Hal ini disampaikannya saat diwawancarai wartawan di Ballroom Hotel Santika Premiere, Minggu (2/11), usai membuka Konferensi Daerah (Konferda) VI dan Konferensi Cabang (Konfercab) gabungan DPC PDI Perjuangan Kota Ambon, Kabupaten Maluku Tengah, dan Kabupaten Seram Bagian Barat.
Menurut Hasto, pelaksanaan Konferda berlangsung penuh khidmat dan memperlihatkan semangat juang kader yang berakar kuat pada ideologi partai.
Ia menyampaikan pesan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri agar seluruh kader membangun Maluku dengan kesadaran geopolitik sebagai negara kepulauan yang bercita-cita menjadi kekuatan besar di Samudra Hindia dan Asia Pasifik.
Ia berharap, Konferda menjadi momentum untuk melakukan kritik dan otokritik, mengevaluasi kinerja partai, serta menyusun program-program yang lebih berpihak kepada rakyat. Langkah ini, kata Hasto, merupakan bentuk terima kasih atas kepercayaan rakyat Maluku kepada PDI Perjuangan.
“Partai harus terus turun ke bawah, membuka ruang bagi anak muda untuk berkreasi, bagi perempuan menjadi pelopor, dan bagi pemuda untuk berjuang membangun Maluku dengan berdiri di atas kaki sendiri,” tegasnya.
Hasto juga menekankan pentingnya loyalitas dan militansi bagi pengurus baru yang akan terpilih. Para kader, kata dia, harus hadir di tengah rakyat dan mampu memberikan solusi nyata terhadap berbagai persoalan masyarakat.
Menanggapi pernyataannya soal tidak ada tempat bagi kader penghianat, Hasto menegaskan bahwa PDI Perjuangan menjunjung tinggi disiplin partai dan loyalitas terhadap ideologi serta konstitusi.
“Berpartai itu untuk kepentingan rakyat, bangsa, dan negara, bukan untuk mengejar kekuasaan. PDI Perjuangan mengambil pelajaran penting dari Pemilu 2024 tentang arti ketaatan pada konstitusi,” jelasnya.
Ia menambahkan, aspek loyalitas juga menjadi pertimbangan penting dalam penyusunan struktur partai di Maluku. “Kami yakin kepemimpinan baru PDIP Maluku akan semakin solid, disiplin, dan mampu bergerak turun ke bawah bersama rakyat. Itulah wajah sejati partai yang berjuang untuk kesejahteraan bangsa,” tutup Hasto. (S-26)