AMBON, Siwalimanews – Pasca kebakaran yang menghanguskan 1 unit rumah milik Sarah Bunga (63) di kawasan Dusun Wainusalaut, Negeri Suli, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Minggu (6/7), Kepolisian Resort Kota Ambon melalui Polsek Salahutu melakukan olah TKP untuk mengetahui penyebab kebakaran.
Dari hasil olah TKP yang dilakukan diduga kuat penyebab kebakaran yakni hubungan arus pendek listrik dari kipas angin yang berada didalam rumah tersebut.
“Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan, namun dugaan awal mengarah pada korsleting listrik karena berdasarkan keterangan sementara, kemungkinan besar api berasal dari kipas angin yang lupa dimatikan saat rumah ditinggal cucu pemilik rumah untuk membuang sampah,” jelas Kasi Humas Polresta Ambon, Ipda Jane Luhukay, kepada wartawan di Mapolresta Ambon Senin (7/7).
Dirinya menghimbau masyarakat agar lebih waspada dan menjadikan kejadian tersebut sebagai pengingat terhadap potensi kebakaran rumah tangga, terutama yang disebabkan oleh perangkat elektronik dan instalasi listrik yang kurang aman.
Untuk diketahui, Kebakaran hebat melanda satu unit rumah warga di Dusun Wainusalaut, Negeri Suli, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, pada Minggu sore (6/7). Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun seluruh bangunan rumah hangus terbakar dan menyebabkan kerugian materi yang ditaksir mencapai Rp 400 juta.
Rumah yang terbakar diketahui milik Ibu Sarah Bunga (63), seorang ibu rumah tangga yang saat kejadian sedang beristirahat di kamar bagian belakang. Kebakaran pertama kali diketahui oleh cucunya, Ashira Damara Melody (12), yang mendengar suara ledakan kecil dari kamar depan rumah sekitar pukul 15.00 WIT.
Kasi Humas Polresta Ambon Ipda Jane Luhukay, menjelaskan, berdasarkan keterangan Ashira , kejadian berawal saat saksi baru saja selesai membuang sampah dan sedang duduk di teras. Tak lama, suara ledakan kecil terdengar dari dalam rumah. Saat membuka pintu kamar depan, ia melihat api sudah membesar dan segera berteriak membangunkan neneknya yang sedang tidur.
Sementara saksi lainnya, Laurent Benny Darmawan (23), yang saat kejadian sedang berada di kamar mandi, sempat berusaha memadamkan api dengan alat seadanya.
“Kondisi api yang membesar membuat saksi kewalahan, kobaran api cepat menjalar ke seluruh bagian rumah, sehingga upaya pemadaman tidak membuahkan hasil,” ujar Luhukay.
Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut langsung berdatangan untuk membantu. Sekitar pukul 15.30 WIT, dua unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi dan berhasil memadamkan api secara keseluruhan pada pukul 16.30 WIT. (S-10)