AMBON, Siwalima.id - Puluhan pedagang mengadu ke Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa ketika melakukan kunjungan kerja ke gedung baru Pasar Mardika, Jumat (5/6)
Selain melihat fasilitas pendukung gedung baru Pasar Mardika, dalam kunker tersebut, orang nomor satu di Maluku berdialog dengan para pedagang.
Sejumlah persoalan dikeluhkan pedagang mulai dari barang dagangan yang tidak laku pasca penertiban, hingga tidak tersedia los bagi pedagang untuk berjualan di dalam gedung megah tersebut.
Mendengar keluhan pedagang gubernur mengatakan penertiban yang dilakukan pemerintah provinsi merupakan bentuk kehadiran negara dalam memastikan aktivitas perdagangan berjalan kondusif dan lancar.
Pemprov kata gubernur, tidak mungkin membiarkan kesemrawutan terus terjadi terus-menerus di kawasan Pasar Mardika, sebab masyarakat dan pedagang akan dirugikan, maka kebijakan yang tepat hanya dengan penertiban.
"Kalau pemerintah tidak mengatur pedagang untuk masuk kedalam gedung Pasar Mardika, lebih baik tidak ada pemerintah saja. Tujuan kami jelas agar kesemrawutan yang selama ini terjadi dapat diselesaikan," jelasnya.
Gubernur mengaku kondisi gedung baru Pasar Mardika memang belum penuh. Masih ada beberapa los yang kosong.
Disperindag harus berupaya agar pedagang-pedagang yang belum mendapatkan tempat jualan dapat berjualan dengan baik.
Ia menyebut Disperindag akan mencari solusi terkait dengan persoalan ini, namun yang pasti tidak boleh ada lagi pedagang yang berjualan di luar gedung.
"Kasihan juga ada pedagang yang berjualan di dalam gedung tapi ada yang masih berjualan di luar. Ini kan tidak. Saya minta Kadis Perindag untuk menyelesaikan persoalan ini. Intinya harus ada solusi untuk menjembatani kepentingan pedagang di Mardika," tegasnya.
Gubernur mengatakan semua kebijakan penertiban yang dilakukan pemprov tidak bertujuan untuk menyengsarakan pedagang justru sebaliknya.
"Saya turun untuk mendengar langsung keluhan pedagang jadi tolong kasih kesempatan bagi kami memikirkan solusi terbaik, tapi yang pasti tidak pernah terpikirkan dan tidak ada niat kami untuk mengusahakan atau mempersulit pedang," ujarnya.(S-20)