WAKIL Ketua Komisi III DPRD Maluku, Mumin Refra, menyoroti kinerja pendapatan daerah yang dinilai belum menunjukkan hasil signifikan.
Menurutnya, potensi PAD Maluku cukup besar, namun hingga kini belum tergarap secara maksimal oleh pemerintah daerah.
“Jangan sampai PAD hanya jadi target di atas kertas. Realisasinya harus jelas dan terukur,” tegas Refra, kepada wartawan, di Ambon, Selasa (7/4).
Ia mengingatkan, pemerintah provinsi tidak hanya fokus pada pencapaian angka pendapatan, tetapi juga harus memperhatikan kondisi sosial masyarakat yang dinilai masih memprihatinkan.
“Kondisi sosial masyarakat memprihatinkan. Ini tidak bisa diabaikan,” ujarnya.
Refra menegaskan, DPRD Maluku mendesak pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret dan terukur untuk membenahi berbagai persoalan mendasar.
Mulai dari penyediaan lahan sekolah, pemerataan tenaga guru, hingga optimalisasi PAD dan penanganan masalah sosial.
“Semua ini harus ditangani serius. Jangan jalan di tempat,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan, jika tidak segera dibenahi, kondisi tersebut berpotensi menghambat pembangunan dan memperlebar ketimpangan di Maluku. “Kalau dibiarkan, ini akan jadi masalah serius ke depan,” tandas Refra.(S-26)