SIWALIMA.id > Berita
Saulatu: Infrastruktur di Telutih harus Dibenahi
Daerah | Jumat, 12 September 2025 pukul 22:40 WIT

AMBON, Siwalimanews – Anggota komisi III DPRD Maluku Halimun Saulatu meminta kepada pemerintah daerah menyelesaikan sejumlah infrastruktur dasar di Kecamatan Telutih.

Dalam kunjungan ke dapilnya tepatnya ia menemukan persoalan seperti minimnya fasilitas belajar untuk siswa, kondisi rumah ibadah, banyak ruas jalan yang rusak dan masalah banjir yang membutuhkan penanganan segera.

“Di ke Negeri Maneo kami mene­mukan fasilitas pendidikan yang sangat terbatas. Sekolah belum memiliki perpustakaan. kondisi ini jelas bertolak belakang dengan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di kawasan terpencil, ungkapnya kepada Siwalima, di ruang kerjanya, Kamis (11/9).

Sementara di Negeri Hatumete, warga menyampaikan keluhan terkait kondisi rumah ibadah, baik masjid maupun gereja, yang dinilai memerlukan perhatian pemerintah.

“Perbaikan sarana ibadah sangat penting untuk menjaga kerukunan serta mendukung kegiatan keaga­maan masyarakat setempat,” ungkapnya.

Masalah paling serius ditemui di Negeri Ulahahan. Jalan yang sebe­lumnya dibangun oleh Balai Jalan Nasional kini rusak parah sehingga menyulitkan akses warga. “Saya lihat sendiri kondisi jalannya, sudah berlubang dan ru­sak parah. Ini sangat miris,” ujarnya.

Selain kerusakan jalan, banjir juga menjadi ancaman tahunan bagi warga Negeri Maneo dan Ulahahan.

Setiap musim hujan, luapan air kali yang melintas di tengah kampung mengakibatkan rumah-rumah warga terendam.

“Saya minta Balai Jalan Nasional dan Balai Wilayah Sungai Maluku benar-benar memperhatikan masalah ini. Warga sudah terlalu lama menderita akibat banjir, tapi sampai hari ini belum ada solusi nyata,” pintanya,

Selain itu, ia pun mendesak Pemkab Maluku Tengah dan Pemerintah Provinsi Maluku untuk tidak menutup mata terhadap penderitaan masyarakat Telutih.

“Jangan cuma lihat dari jauh, tapi turun langsung dan rasakan apa yang mereka alami. Banjir, jalan rusak, rumah ibadah yang tak terurus, dan sekolah tanpa perpustakaan itu nyata, bukan sekadar laporan,” harapnya. (S-26)

BERITA TERKAIT