SIWALIMA.id > Berita
Siap Diperbaiki, BPJN Tinjau Jembatan Wai Besi
Online | Selasa, 23 September 2025 pukul 00:19 WIT

AMBON, Siwalimanews – Jembatan Wai Besi yang roboh pada, Minggu (21/9) kemarin menyebabkan jalur trans seram penghubung Kabupaten Seram Bagian Timur,  Maluku Tengah dan Kota Ambon ini, sekaligus menambah daftar Panjang jembatan- jembatan mengalami kerusakan dan ambruk akibat termakan usia.

Jembatan Wai Besi sendiri, merupakan jembatan yang dibangun oleh Pemerintah Provinsi Maluku pada tahun 2001 dan selesai dikerjakan serta difungsikan pada tahun 2009 lalu. Itu berarti, usia jembatan ini sudah 24 tahun, sehingga sangat rawan dilewati oleh kendaraan yang dengan beban yang lebih.

Kasatker Pelaksana Jalan Nasional II Provinsi Maluku Toce Leuwol dalam rilisnya yang diterima redaksi Siwalimanews, Senin. (22/9) mengaku, salah satu yang sering menjadi penyebab ambruk dan robohnya jembatan- jembatan yang sudah tua ini, termasuk Jembatan Wai Besi Adalah, kendaraan /truk angkutan logistik membawa hasil perkebunan seperti sawit yang mempunyai kecenderungan beban berlebihan yang melewati jembatan.

“Hari ini Minggu (21/09) saat kejadian robohnya jembatan, saya bersama Ibu Kepala Balai langsung bertolak ke Pulau Seram menuju lokasi jembatan. Sebelumnya Tim BPJN Maluku sudah di lokasi kejadian untuk mempersiapkan mobilisasi alat berat dan rangka Bailey untuk dibangun jembatan darurat, karena kami ingin arus transportasi bisa normal kembali,” tilis Leuwol dalam rilis tersebut

Soal penyebab kerusakan jembatan ini, Leuwol menjelaskan, hujan dengan Intensitas tinggi serta gempa bumi sehari sebelumnya yakni sabtu, (20/9) kemarin, turut memicu kerusakan pada jembatan tersebut.

“Jadi kita semua tahu, bahwa sehari sebelumnya terjadi hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan peningkatan debit air pada sungai di bawah jembatan. Kemudian disusul dengan gempa bumi dengan magnidtudo 4,8 yang berpusat di 41 km barat laut Seram Bagian Barat pada kedalaman 10 km. Dengan usia jembatan yang sudah berumur 24 tahun ini, maka getaran gempa bumi tersebut memicu kerusakan pada dua sisi oprit jembatan sehingga terjadi keruntuhan,” jelas Leuwol.

Menurutnya, dengan kerja cepat dan tanggap dari tim BPJN Maluku di titik lokasi kejadian, sudah ada aksi dengan mobilisasi rangka bailey dan alat berat. Kehadiran Kepala BPJN Maluku dan dirinya sebagai Kasatker, untuk memastikan agar penanganan jembatan darurat bisa secepatnya diselesaikan agar transportasi bisa normal kembali.

“Alat berat dan rangka bailey sementara dimobilisasi ke lokasi, tim BPJN Maluku terus bergerak cepat, kami ingin transportasi bisa normal Kembali. Kehadiran ibu Kepala Balai adalah bukti, bahwa BPJN Maluku sigap setiap saat dan ingin agar aktivitas masyarakat tidak terganggu,” tutup Leuwol.(S-27)

BERITA TERKAIT