SIWALIMA.id > Berita
Stok BBM di MBD Masih Tercukupi
Daerah | Selasa, 27 Januari 2026 pukul 14:14 WIT

TIAKUR, Siwalima.id - Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (EKSDA) Kabupaten Maluku Barat Daya, Imanuel Maupula, meminta masyarakat MBD untuk tidak panik karena kondisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten MBD masih aman karena stok BBM juga masih bisa tercukupi sampai beberapa hari kedepan.

Dikatakan, dengan isu adanya ke­langkaan BBM ini sehingga pihaknya ber­sama dengan SPBU  melakukan ke­bijakan bersama dengan pengurangan penjualan BBM sehingga dari 20 ton itu bisa mencukupi sampai hari Kamis (29/1) mendatang.

“Kalau kondisi alam sudah mendu­kung, mungkin hari Kamis kapal sudah masuk. Jadi masyarakat jangan panik dan mesti juga memahami terkait kondisi alam/laut yang ekstrim ini. Karena kapal berlayar sesuai aturan,” tegas Imanuel, kepada Siwalima, di ruang kerjanya, Senin (26/1).

Kata dia, rencananya kapal dari Saumlaki, KKT hari ini (kemarin red-) tetapi ada larangan dari pihak BMKG, maka mungkin besok atau lusa barulah kapal keluar. 

“Stok BBM yang ada sekarang ini diperkirakan mungkin sekitar 15 ton lebih. Dan bisa bertahan sampai kapal masuk hari Kamis. Dan Kapal dari Saumlaki langsung masuk Moa,” ujarnya.

Sementara untuk Stok BBM di Kisar, Imanuel Maupula juga menjelaskan, pada tanggal 11 Januari kemarin, Kapal Landen sudah siap. Tetapi pada waktu itu kondisi cuaca juga tidak bersahabat sehingga tidak bisa bongkar di Dermaga sehingga kapal bertahan sampai tanggal 19 Januari 2026 kemarin barulah bisa bongkar itupun bongkarnya menggunakan Speedboad di Pelabuhan Jawalang karena tidak bisa di Dermaga.

“Mungkin karena hal itu SPBU di Kisar mengklaim mengalami kerugian 6 ton akibat perpindaan bongkar dari Pelabuhan Pantai Nama ke Pelabuhan Jawalang yang tidak ada dermaga akibat cuaca buruk. Oleh karena itu mengakibatkan kost naik dari biaya transport dari kapal ke darat. Jadi pihak SPBU mengklaim alami kerugian 6 ton, itu mereka punya biaya operasional, belum lagi dari Jawalang ke SPBU lumayan jauh. Tapi sebelum Landen bongkar stok yang ada masih sisa sekitar 2 ton,” katanya.

Namun sesuai data terakhir, lanjut dia, di SPBU Yotowawa di Kisar masih memiliki 63,6 ton. Bahkan SPBU Yotowawa di Kisar juga, kebutuhannya kecil hanya 1-2 ton per hari. 

“Beda dengan di Moa. Kalau di Moa 7-8 ton per hari. Di Kisar normalnya itu 1-2 ton per hari. Kalau musim bagini naik 2,5 ton per hari. Jadi kondisi BBM di Kisar dan di Moa masih aman,” jelas Imanuel.(S-28)

BERITA TERKAIT