AMBON, Siwalimanews – Malik Yaowarin (70) nelaÂyan asal Kota Tual ini, berÂhasil diselamatkan Tim SAR Gabungan setelah berÂtahan hidup selama 11 jam di perairan Malra, seÂtelah perahu bermesin kaÂtinting yang dikemudikanÂnya mengalami kerusakan.
Sang kakek ini, diketahui melaut dari Kota Tual meÂnuju ke Desa Lingerhat meÂnggunakan perahu katinÂting, Senin (22/9) sekitar pukul 08.00 WIT, namun higga petang dirinya tak kunjung kembali.
âKontak terakhir dengan korban, bahwa mesin katinÂting mengalami kerusakan di sekitar Perairan Moen Kei Besar, Malra upaya pencarian oleh keÂluarga korban beserta masyarakat sudah dilakukan, namun hasilnya nihil, selanjutnya keluarga minta bantuan SAR,â jelas Kepala Kantor SAR Ambon Muhammad Arafah dalam rilisnya yang diterima redaksi Siwalima, Selasa (23/9).
Mendapat laporan adanya keceÂlakaan laut, tim SAR gabungan yang melibatkan tim Rescue Pos SAR Tual, Bakamla, Lanal Tual, Polair Tual, keluarga korban dan masyarakat dikerahkan menuju lokasi kejadian dengan koordinat 5°23â47.37″ S – 133°16â24.00″ E, Jarak ± 45 NM dan Heading 66.43° arah Timur Laut dari Pos SAR Tual.
Beberapa jam pencarian atau tepat sekitar pukul 17.30 WIT, korban ditemukan oleh tim SAR gabungan dalam keadaan selamat.
âKorban ditemukan oleh tim SAR gabungan pada koordinat 5°16â7.16″S – 133° 0â59.50″E dengan jarak 18 NM dan Heading 296.22° arah Barat Laut dari LKK dalam keadaan selamat, selanjutnya korban dievakuasi ke Kota Tual, â tulis Arafah.
Arafah mengaku, dengan ditemukannya korban, maka operasi SAR pencarian korban, dinyatakan selesai dan di sulkan untuk di tutup. Selanjutnya seluruh unsur potensi SAR yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing.(S-10)