SIWALIMA.id > Berita
Waduh! Dana BLTS di Kantor Pos Dicairkan tanpa Penerima
Online | Rabu, 31 Desember 2025 pukul 13:54 WIT

AMBON, Siwalima.id - Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) Kesejahteraan Rakyat dari Kementerian Sosial yang disalurkan melalui PT Pos Indonesia, diduga mengalami penyimpangan di Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat.

Dugaan tersebut mencuat, setelah salah satu kepala keluarga penerima manfaat atas nama, Jakomina Rumahlatu mendatangi Kantor Pos Kairatu pada, Selasa (16/12) untuk menanyakan bantuan yang belum diterimanya.

Namun, saat tiba di Kantor Pos dan menunjukan undnagan sebagai penerima BLTS Kesra, pihak Kantor Pos menyampaikan, bahwa dana BLTS Kesra milik Jakomina telah dicairkan.

Menurut salah satu pegawai pada Kantor Pos kepada pihak keluarga, bahwa dana BLTS tersebut telah diambil oleh seseorang berinisial FH, yang diketahui merupakan pegawai pada Kantor Pos setempat.

Padahal, undangan resmi pengambilan bantuan masih berada di tangan penerima manfaat. Kejadian ini menimbulkan adanya dugaan penyimpangan dalam proses penyaluran BLTS, karena pencairan dilakukan tanpa kehadiran penerima manfaat maupun tanpa penyerahan undangan resmi.

Chev Rumahlatu anak dari Jokimena selaku penerima manfaat kepada Siwalima.id, melalui telepon selulernya, Rabu (31/12) mengaku, dirinya mendapat perlakuan tidak menyenangkan saat mempertanyakan persoalan tersebut.

Bahkan ia menyebut, seorang pegawai Kantor Pos yang diduga sebagai kepala kantor bersikap emosional dan melontarkan ancaman kpadanya.

“Saya mendapat ancaman ketika mempertanyakan bantuan orangtua saya. Saya tidak mengetahui namanya, tetapi menurut warga setempat, yang bersangkutan adalah Kepala Kantor Pos Kairatu,” ungkap Chev.

Menurutnya, persoalan ini, kemungkinan bukan terjadi kepada keluarganya saja, namun bagi penerima manfaat lainnya dan ini berpotensi merugikan banyak penerima BLTS. 

“Undangan masih di tangan penerima, tetapi uangnya sudah dicairkan pihak lain. Ini perlu diselidiki, karena kemungkinan juga terjadi pada warga lain,” tandas Chev.

Sementara itu informasi yang diterima Siwalima.id dari sejumlah penerima manfaat, bahwa ketika merea datang ke Kantor Pos untuk mencairkan BLTS di Kantor Pos dengan membawa undangan resmi dan kartu identitas, namun pihak Kantor Pos menjealskan, bahwa dana BLTS Kesra mereka telah dikembalikan ke kas negara.

Selain itu, ditemukan juga data penerima bantuan yang diduga tidak valid, termasuk nama warga yang telah meninggal dunia puluhan tahun lalu, namun masih tercatat sebagai penerima BLTS Kesra.

Salah satu nama yang disebut adalah, almarhum Marthen Lasatira yang sudah meninggal dunia sekian lama, namun namanya masih tercatat sebagai penerima BLTS.

Kasus yang sama juga dilaporkan terjadi di Kantor Pos Kecamatan Baguala, Kota Ambon, dimana sejumlah warga mengaku, tidak dapat mencairkan BLTS mereka dengan alas an yang sama yakni, dana telah dikembalikan ke kas negara.

Salah satu Manager pada PT Pos Ambon, Tia, yang dikonfirmasi Siwalima.id melalui telepon selulernya, tak dijawab, bahkan pesan singkat melalui WhatsApp-nya juga, belum direspon.

Namun, dari beberapa rekannya, disampaikan bahwa pihak PT Pos akan memberikan keterangan pada, Senin (5/1) mendatang.(S-25)

BERITA TERKAIT