AMBON, Siwalima.id - Walikota Ambon, Bodewin Wattimena menegaskan, komitmen pemerintah kota untuk terus menjaga stabilitas dan kenyamanan di ibu kota Provinsi Maluku harus dipegang teguh.
Penegasan itu disampaikan walikota usai menghadiri pembukaan Persidangan ke-57 Klasis GPM Pulau Ambon di Gedung Gereja Karn Hattin, Jemaat GPM Seilale, Minggu (15/2).
Menurut Walikota, Ambon adalah rumah bersama yang tidak boleh diklaim sebagai milik kelompok tertentu.
“Tugas kita menjaga Ambon tetap nyaman dan menjadi rumah bagi kita semua. Ambon tidak bisa diklaim menjadi milik kelompok tertentu. Karena itu Pemkot Ambon selalu hadir memberikan himbauan dan edukasi kepada masyarakat untuk sama-sama menjaga kota ini,” tegas walikota.
Walikota mengaku, masih sering terjadi konflik-konflik kecil yang justru mencederai semangat persaudaraan yang selama ini digaungkan masyarakat Maluku.
Pada Minggu( 15/2) pagi terjadi dua insiden Tawuran antar kelompok pemuda yang terjadi di depan dan belakang pusat perbelanjaan Ambon Plaza serta Ponegoro dan Urmesing.
“Ini mungkin karena momentum hari kasih sayang, tetapi fenomena seperti ini terus berulang di Kota Ambon,” ujar walikota dengan nada prihatin.
Berdasarkan catatan kepolisian sepanjang tahun 2025, terdapat 57 kasus konflik di Ambon, baik dalam skala kecil maupun besar. Beberapa diantaranya bahkan sempat melibatkan wilayah seperti Hunut dan kawasan STAIN.
“Ini menjadi catatan buruk bagi kita semua. Padahal kita selalu menggaungkan hidup orang basudara, ‘potong di kuku rasa di daging, ale rasa beta rasa’, serta nilai pela gandong. Tetapi semua narasi itu akan menjadi omong kosong kalau tidak dikonkretkan dalam tindakan nyata,” tegas walikota.
Ia menilai, upaya menjaga perdamaian tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah dan aparat keamanan, tetapi membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk gereja.
Dalam konteks persidangan Klasis GPM, Walikota berharap, gereja dapat terus mengambil peran strategis dalam membangun kesadaran kolektif, memperkuat nilai persaudaraan, dan mencegah konflik sejak dini di tingkat akar rumput.
“Gereja punya peran besar. Mari kita sama-sama baku jaga dan saling mendukung supaya Ambon menjadi lebih baik. Karena kalau Ambon lebih baik, siapa yang menikmati? Ya, kita semua,” ucap walikota.
Pernyataan tersebut menjadi pengingat, bahwa merawat kedamaian bukan sekadar slogan, melainkan tanggung jawab bersama yang harus diwujudkan dalam sikap, tindakan dan komitmen nyata demi masa depan Ambon yang harmonis dan inklusif.(Mg-1)