DOBO, Siwalimanews – Yayasan Pengembangan Sar Abil memastikan, akan meluncurkan Alkitab dalam bahasa Dobel yang merupakan bahasa dari rumpun masyakat di Pulau Kobror, Kabupaten Aru.
Ketua Panitia Peluncuran Alkitab Perjanjian Baru dalam Bahasa Dobel Joel Gaite menjelaskan, momen peluncuran tersebut, merupakan sebuah sejarah baru bagi orang Aru dalam pelestarian bahasa ibu, dalam konteks pekabaran Injil di Kepulauan Aru.
Olehnya, segala persiapan telah dimatangkan untuk pelaksanaan kegiatan peluncuran yang akan dilakukan pada 29 Oktober nanti.
“Peluncuran Alkitab ini akan dipusatkan di Desa Kojabi, Kecamatan Aru Tengah Timur,” jelas Gaite kepada wartawan di kantor yayasan tersebut, Rabu (8/10).
Selain itu kata dia, dalam pelaksanaan tersebut pihak gereja dari Sinode GPM juga dundang untuk hadir begitupun mitra yayasan yakni Misionaris asal Skotlandia Jock Hughes bersama istrinya Katy Hughes.
“Jock Hughnes dalam keseharian orang Aru memanggilnya dengan sapaan dalam Bahasa Dobel Ake Sam, begitu pula istrinya Katy Hughes di sapa dengan sebutan Ake Sin,” beber Gaite.
Ia mengaku, Desa Koijabi dipilih, karena merupakan bagian dari napak tilas sejarah awal dimulainya pekerjaan penerjemahan Alkitab Perjanjian Baru ini dalam Bahasa Dobel sejak tahun 1986.
“Ada latar belakang historis sehingga kami memilih Desa Koijabi sebagai tempat peluncuran Alkitab ini, sebab disitulah pekerjaan-pekerjaan penerjemahan dalam Bahasa Dobel mulai di lakukan 39 tahun lalu hingga sekarang,” jelas Gaite.
Ditempat yang sama Ketua Yayasan Pengembangan Sar Abil Yunus Tubay menambahkan, gagasan awal penerjemahan ini, merupakan gagasan gereja dalam pekabaran injil yang mulai dirintis oleh sosok misionaris berkebangsaan Skotlandia bernama Jock Huges atau lebih dikenal masyarakat dengan nama Ake Sam.
“Proses penerjemahan Alkitab ini lahir dari gereja, oleh sebab itu dalam kerjasama yang dilakukan selama ini untuk melakukan penerjemahan Alkitab dalam bahasa daerah, dengan tujuan menjawab tantangan bagaimana orang di pelosok bisa membaca Alkitab dengan bahasa yang sederhana dan dimengerti, merupakan visi yayasan untuk mewujudkan transformasi hidup masyarakat atau umat,” ungkap Tubay.
Dijelaskan, pengerjaan penerjemahan Alkitab dalam bahasa dobel, baru selesai pada perjanjian baru. Pihak yayasan kini, sementara mengerjakan penerjemahan yang sama untuk Bahasa Kola, Gwateley, dan Malay Aru, bersamaan juga dengan beberapa liturgi yang bekerjasama dengan Sinode GPM.
Proses pekerjaan penerjemahan Alkitab tersebut, sudah berlangsung kurang lebih 40 tahun dan untuk peluncuran perdananya ini akan dibagikan 5000 cetakan.
Selain Alkitab, tim penerjemahan akan melanjutkan menerjemahkan Alkitab perjanjian lama, membuat lagu-lagu pujian baru dalam Bahasa Dobel dan menterjemahkan lagu-lagu dalam kidung jemaat, nyanyian GPM, dua sahabat lama dan nyanyian pujian lain yang dipakai dalam liturgi ibadah.
Alkitab Perjanjian Baru dalam bahasa Dobel ini juga, ternyata dapat di download pada aplikasi Playstore, agar mudah dibaca dan dipelajari masyarakat luas.
Untuk diketahui, bahasa Dobel digunakan oleh masyarakat di Kepulauan Aru, terutama bagi masyarakat adat penutur rumpun bahasa Dobel, yang sebagian besar tersebar di Pulau Kobror dan pesisir dengan 18.000 lebih jumlah penutur.(S-11)