SIWALIMA.id > Berita
Banjir Wailawa Berulang, DPRD Minta Solusi Terpadu
Daerah | Jumat, 24 April 2026 pukul 13:59 WIT

AMBON, Siwalima.id - DPRD Kota Ambon menegaskan perlunya langkah penanganan terpadu dan terencana terhadap persoalan banjir yang berulang di kawasan Sungai Wailawa, Negeri Tawiri, Kecamatan Teluk Ambon.

Banjir yang kerap terjadi saat curah hujan tinggi dinilai tidak hanya mengganggu aktivitas war­ga, tetapi juga berpotensi menim­bulkan kerugian yang lebih besar jika tidak segera ditangani secara sistematis.

Anggota Komisi I DPRD Kota Ambon, William Mairuhu, menyata­kan  luapan sungai setiap musim penghujan telah menjadi anca­man rutin bagi pemukiman warga di sekitarnya.

“Setiap kali hujan dengan inten­sitas tinggi, sungai meluap dan menggenangi rumah warga. Ini tidak bisa terus dibiarkan tanpa pe­nanganan serius dan terencana,” ujarnya kepada wartawan di Ambon, Kamis (23/4).

Ia menekankan, menjelang periode puncak musim hujan yang diprediksi terjadi pada Juni hingga Juli, langkah antisipatif harus segera dilakukan oleh pihak terkait, khususnya Balai Wilayah Sungai Maluku.

Menurutnya, solusi konkret yang perlu segera direalisasikan adalah normalisasi sungai melalui penge­rukan sedimentasi, pembersihan sampah yang menghambat aliran air, serta penguatan talud pada titik-titik rawan.

Selain itu, DPRD juga menyoroti pentingnya penataan daerah aliran sungai secara menyeluruh, terma­suk pengen­dalian penyempitan badan sungai akibat bangunan liar dan vegetasi yang tidak tertata.

“Kalau kapasitas sungai dikem­balikan dan alirannya lancar, maka potensi banjir bisa ditekan secara signifikan,” jelasnya.

Berdasarkan hasil tinjauan lapangan dan dialog dengan mas­yarakat, DPRD menemukan ada­nya harapan kuat dari warga agar pemerintah segera melakukan nor­malisasi sebagai solusi jangka panjang, bukan sekadar pena­nganan sementara.

Untuk itu, DPRD mendorong koor­dinasi lintas sektor antara BWS, Pemerintah Kota Ambon, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah guna memasti­kan kesia­pan menghadapi poten­-si ben­cana hidrometeorologi.

“Penanganan ini harus dimulai dari sekarang. Jika dilakukan secara serius dan terintegrasi, kita bisa meminimalisir dampak yang lebih besar. Keselamatan masya­rakat harus menjadi prioritas utama,” tegas Mairuhu.(S-10)

BERITA TERKAIT