AMBON, Siwalima.id - Pemerintah Provinsi Maluku memastikan, akan terus berupaya mengejar target pertumbuhan ekonomi nasional yang ditetapkan Presiden Prabowo Subianto.
Presiden Prabowo Subianto sendiri telah menetapkan target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8 persen pada akhir tahun 2029. Target tersebut, menuntut Pemprov Maluku untuk bekerja keras agar dapat mengejar target ini, sehingga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi secara nasional.
“Pertumbuhan ekonomi Maluku hingga triwulan IV tahun 2025 itu tumbuh menguat mencapai 5,44 persen yoy dan melampaui rata-rata nasional sebesar 5,39 persen (yoy). Ini tentu menjadi motivasi bagi kita agar terus tingkatkan pertumbuhan ekonomi hingga tahun 2029 nanti,” ujar Kepala Bappeda Maluku, Anton Lailossa kepada wartawan di Kantor Gubernur, Kamis (23/4).
Menurutnya, upaya mengejar target pertumbuhan ekonomi 8 persen menjadi tantangan tersendiri ditengah kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak pada belanja pemerintah daerah.
Apalagi selama ini, salah satu faktor yang mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah juga berasal dari belanja-belanja pemerintah, namun tantangan ini tidak boleh menjadi penghalang untuk bekerja.
“Walaupun efisiensi anggaran, namun semangat pak gubernur sangat luar biasa untuk memperjuangkan pembangunan di Maluku,” ucap Lailossa.
Ia mengaku, untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi 8 persen, maka Maluku membutuhkan pembangunan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru seperti Blok Masela maupun Maluku Integrated Port.
Pasalnya, jika dua proyek strategis nasional ini terealisasi secepatnya, maka akan memberikan multi player efek yang kuat biasa seperti penyerapan tenaga kerja yang berujung pada meningkatnya pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kita ditargetkan oleh presiden 8 persen di tahun 2029, oleh karena itu harus membangun pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru dan pak gubernur berkonsentrasi pada proyek-proyek yang miliki dampak luas dan bersifat lintas generasi, makanya pak gubernur menaruh perhatian serius terhadap PSN agar segera direalisasikan,” jelas Lailossa.
Menurut Lailossa, jika MIP berhasil dibangun, maka akan diikuti dengan terbukanya rantai-rantai pasokan baru untuk distribusi sumber daya alam dari kabupaten/kota yang selama ini belum lancar.
Pertanyaannya, kabupaten/kota dengan seluruh hasil-hasil itu, akan dibawah kemana, harga berapa, biaya logistik berapa, itu yang harus dibuka rantai penghambatnya, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sesuai harapan presiden. “Saya minta seluruh elemen masyarakat untuk berikan dukungan penuh kepada pak gubernur dan jajarannya, sehingga upaya hadirkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru dapat dicapai,” harap Lailossa.(S-20)