AMBON, Siwalima.id - Ketua DPRD Maluku, Benhur Watubun, mengajak generasi muda untuk terus memperkuat karakter kebangsaan, merawat toleransi dan menjaga persatuan bangsa.
Menurutnya, generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga serta meneruskan nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Selain itu Pancasila tidak hanya dipahami sebagai dasar negara atau sekadar diperingati setiap tahun, tetapi harus menjadi pedoman hidup yang diwujudkan dalam sikap dan tindakan sehari-hari, khususnya oleh generasi muda.
“Hari Lahir Pancasila harus menjadi momentum refleksi bagi seluruh anak bangsa, terutama generasi muda Maluku. Keberagaman yang kita miliki adalah kekuatan yang harus dijaga. Pancasila mengajarkan kita hidup dalam persaudaraan, menghargai perbedaan, dan bekerja bersama untuk kemajuan daerah maupun bangsa,” ujar Watubun kepada Siwalima di Ambon, Selasa (2/6).
Politisi PDI Perjuangan itu mengatakan tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini semakin kompleks seiring perkembangan teknologi informasi, arus globalisasi, serta derasnya penyebaran informasi melalui media sosial.
Karena itu, generasi muda dituntut memiliki kemampuan berpikir kritis agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan maupun berbagai isu yang berpotensi memecah belah persatuan.
Di era digital seperti sekarang, lanjutnya generasi muda harus menjadi agen persatuan, bukan penyebar kebencian.
“Gunakan media sosial untuk menyebarkan hal-hal positif, memperkuat tali persaudaraan, dan mempromosikan potensi daerah. Jangan mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat mengganggu kerukunan masyarakat,” pintanya.
Watubun menilai nilai-nilai Pancasila tetap relevan dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan modern.
Sikap toleransi, gotong royong, keadilan sosial, serta penghormatan terhadap harkat dan martabat kemanusiaan harus terus dipelihara dan diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga semangat Pela Gandong sebagai warisan budaya Maluku yang sejalan dengan nilai-nilai Pancasila.
Menurutnya, budaya persaudaraan yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Maluku merupakan modal sosial yang sangat berharga dalam memperkuat persatuan bangsa.
Selain itu, Watubun mendorong generasi muda untuk terus meningkatkan kapasitas diri melalui pendidikan, penguasaan teknologi, inovasi, dan kreativitas agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global tanpa kehilangan jati diri sebagai anak bangsa.
“Kita membutuhkan generasi muda yang cerdas, berkarakter, berintegritas, serta tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila. Kemajuan teknologi harus dimanfaatkan untuk menciptakan karya dan prestasi, bukan untuk hal-hal yang merusak masa depan,” katanya.
Watubun berharap semangat Hari Lahir Pancasila tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, tetapi mampu menumbuhkan kesadaran kolektif untuk mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
“Apabila generasi muda Maluku menjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup, saya yakin mereka akan menjadi kekuatan besar dalam membangun Maluku yang maju, damai, dan sejahtera, sekaligus menjaga keutuhan NKRI,” tandasnya.(S-26)