AMBON, Siwalima.id - Bentrokan dua kelompok pemuda di kawasan STAIN, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Kamis (27/11) dini hari kembali terjadi.
Akibat dari bentrok lanjutan ini terjadi, menyebabkan rumah dan tempat usaha dibakar massa.
Informasi yang dihimpun redaksi Siwalima.Id di kepolisian menyebutkan, bentrok lanjutan ini dipicu pelemparan atap rumah milik warga di RT 10/17 yang dilakukan oleh OTK.
Hal tersebut lantas membuat warga setempat terprovokasi sehingga terjadi konsentrasi massa. Bersamaan dengan itu, terjadi juga konsentrasi massa dari kelompok lainnya di pertigaan Indomaret Jembatan Jodoh, yang berujung saling serang menggunakan batu.
Aksi saling lempar batu kemudian terus berlanjut hingga menggunakan panah wayer maupun parang.
“10 Personel Satbrimobda Maluku yang berada di Pospam tepat pada pertigaan Jembatan Jodoh mencoba untuk menghalangi massa, namun karena banyaknya massa dari kedua kelompok yang bertikai mengakibatkan personel Satbrimobda Maluku kesulitan mengendalikan massa,” beber sumber terpercaya Siwalima.id di Mapolresta Ambo, Kamis (27/11).
Dari bentrokan tersebut, bangunan cafe ceria milik Faisal Serang yang berada tak jauh dari depan Indomaret , serta rumah milik Muhammad Marasabessy dibakar massa.
Bentrokan berhasil di redam setelah 1 peleton pasukan Ditsamapta dan 1 Peleton pasukan Satbrimobda Maluku serta personel Polresta Ambon tiba di lokasi dan memukul mundur kedua kelompok massa.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam bentrokan tersebut, kerugian yang dialami hanya kerugian materil berupa dua bangunan yang hangus terbakar.
Kapolresta Pulau Ambon, Kombes Yoga Putra Prima Setya, yang dikonfirmasi Siwalima.id, membenarkan bentrokan tersebut.
Menurutnya, situasi saat ini sudah kondusif dan arus lalulintas sudah dapat dilalui warga.
"Iya benar ada bentrok antar pemuda namun berhasil diredam personel gabungan Polda Maluku dan Polresta Ambon, " ujar Kapolresta.
Untuk menghindari bentrokan susulan, maka personel ditempatkan di perbatasan kompleks dua kelompok pemuda yang bertikai. Ia menghimbau warga untuk menahan diri serta tidak terprovokasi.
"Jangan mudah terprovokasi, jangan mau di adu domba, serahkan semua persoalan ke pihak kepolisian,” himbau kapolresta.(S-10)