AMBON, Siwalima.id - Pelaksana tugas Kepala Badan Pusat Statistik memastikan Inflasi Kota Ambon berdasarkan data tahun kalender (year to date) pada Desember 2025 memang tercatat yang tertinggi di Indonesia Timur, yaitu 4,23 persen.
Secara kumulatif penyebab utama inflasi di Kota Ambon disebabkan naiknya dua komoditi yakni tarif angkutan udara dan perhiasan emas.
“Tingginya inflasi Kota Ambon tentu akan menjadi pertanyaan dari berbagai pihak. Tingginya inflasi itu tidak selalu buruk,” ujarnya saat memaparkan materi.
Dikatakan perhitungan inflasi di Ambon didasarkan pada Indeks Harga Konsumen (IHK) yang mencakup 359 komoditas, sesuai dengan pola konsumsi masyarakat kota Ambon berdasarkan survei biaya hidup (SBH) terbaru.
"Kondisi ini (inflasi tinggi) perlu dipahami secara utuh sehingga kami memberikan edukasi ini agar masyarakat memiliki perspektif yang merata dan objektif,” ungkapnya.
Dari data yang ditampilkan BPS jika dibandingkan dengan bulan Desember 2024 dengan bulan Desember 2025 ada perbedaan yang cukup signifikan yaitu pada tarif angkutan udara pada Desember 2024 berada pada angka 0,37 persen sedangkan emas perhiasan 0,44 persen.
Sementara di tahun 2025, tarif angkutan udara naik menjadi 0,42 persen sedangkan emas perhiasan naik menjadi 0,79 persen. Sehingga jika dikalkulasikan dua komoditi itu mencapai 1,21 persen.
"Penyebab tingginya inflasi karena tarif angkutan udara dan ini tidak bisa dikendalikan oleh Pemerintah kota Ambon. Kemudian juga harga emas yang cenderung meningkat tetapi minatnya juga terus ada, karena berkaitan dengan perayaan Natal," bebernya.
Sedangkan untuk komoditi lain, tetap berada pada jalurnya misalnya harga pangan seperti tomat, cabai, ikan segar masih bisa dikendalikan oleh pemerintah lewat kebijakan yang dilakukan oleh Pemkot Ambon.
Jika dilihat dari tingginya tarif angkutan udara, katanya, diakibatkan banyaknya orang dari luar yang masuk, meskipun tujuannya bukan ke Kota Ambon.
"Kota Ambon merupakan pintu masuk sehingga angka Inflasi tetap tercatat masuk ke Ambon. Contohnya Haria se-dunia, Waai panggel pulang dan kegiatan lainnya, " tuturnya.
Yang mesti diketahui adalah, sisi baik dari naiknya inflasi di Kota Ambon yaitu ketika banyak orang datang, maka tentu itu menjadi sesuatu dampak positif.
“Jika banyak orang masuk ke Ambon, maka roda ekonomi juga akan terus berputar dengan baik,” urainya.
Sebagai langkah mitigasi berkelanjutan dalam upaya mengendalikan inflasi, pihaknya merekomendasikan tiga poin utama yaitu diversifikasi pangan, standardisasi transaksi dan modernisasi perdagangan kepada pemda. (S-29)