SIWALIMA.id > Berita
DPRD Minta Operator Transportasi Siap Hadapi Lonjakan Penumpang Nataru
Online | Senin, 1 Desember 2025 pukul 17:56 WIT

AMBON, Siwalima.id - Komisi III DPRD Maluku minta kepada operator transportasi untuk siap menghadapi lonjakan penumpang menjelang Natal dan Tahun Baru.

Permintaan itu disampaikan Ketua Komisi III, Alhidayat Wajo dalam rapat dengar pendapat bersama Dinas Perhubungan, PD Panca Karya, dan mitra transportasi lainnya di ruang rapat Komisi III, Senin (1/12). 

Menurut Wajo, estimasi lonjakan penumpang diprediksi mencapai 5.000 orang, lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, dengan penyesuaian tarif dari Rp55.000 menjadi Rp61.000. 

“Lonjakan penumpangnya lebih tinggi, jadi operator harus benar-benar siap,” ucap Wajo.

Ia menambahkan, sebelum Komisi III melakukan pengecekan langsung di lapangan, seluruh pihak terkait wajib hadir untuk memberikan penjelasan terkait kesiapan armada maupun pelayanan.

“Kami harus minta mereka datang untuk memberikan keterangan. Setelah itu baru kami turun ke lapangan,” ujarnya.

Dari pemaparan awal yang diterima Komisi III kata Wajo, seluruh mitra sektor transportasi diklaim siap melayani arus mudik. 

“Mereka sudah siap, sudah sangat siap untuk mengantar dan menjemput penumpang. Armada kapal juga telah disiapkan. Tercatat sekitar empat kapal Ferry dijadwalkan siap beroperasi pada minggu kedua bulan Desember dan mulai bersandar di pelabuhan yang ditetapkan,” jelas Wajo.

Sementara itu, Kadis Perhubungan Maluku, Muhamad Malawat mengaku, menjelang Nataru ada kebijakan terkait diskon tarif transportasi laut dan udara yang sepenuhnya merupakan kebijakan nasional, bukan program Provinsi Maluku. 

Dishub hanya memastikan kesiapan armada serta melakukan pengecekan di lapangan. Untuk angkutan laut, pemerintah memberikan diskon 20% dari tarif dasar, atau sekitar 16-18% bagi penumpang kapal kelas ekonomi, menyasar 405.581 penumpang melalui kanal resmi PT Pelni.

Untuk penyeberangan, pemerintah memberikan diskon 100% pada tarif jasa kepelabuhanan, setara 19% dari tarif terpadu, berlaku pada 8 lintasan dan 16 pelabuhan nasional, untuk 227.560 penumpang dan 491.776 kendaraan. 

“Hingga kini belum ada kepastian apakah lintasan di Maluku termasuk  atau tidak. Kalau Maluku masuk, otomatis berlaku. Tapi sampai sekarang belum ada konfirmasi resmi,” tandas Malawat.

Untuk diskon transportasi udara kata Malawat, berkisar 13-14% dari harga tiket, menyasar 3,59 hingga 5,9 juta penumpang. Pelaksanaan tetap mengacu pada pedoman pusat.

 “Tugas kami hanya memastikan kebijakan pusat berjalan sesuai ketentuan di lapangan,” jelas Malawat.

Selain itu, Dishub memastikan armada transportasi di Maluku siap beroperasi. Lintasan Hunimua-Waaipirit tersedia 6 armada, lintasan Galala–Namlea didukung 2 kapal ditambah 1 kapal komersial PT Dharma Indah.

“Semua armada siap. Ada beberapa yang sempat masuk dok, namun kembali beroperasi dalam waktu dekat,” ujar Malawat.

Untuk pelabuhan besar, terdapat 18 kapal perintis (9 di Ambon, 4 di Tual, 4 di Saumlaki, 1 standby di Ambon), dan 10 kapal Pelni plus 2 armada tambahan. 

“Semua sudah siap melayani masyarakat,” ucap Malawat.(S-26)

BERITA TERKAIT