AMBON, Siwalima.id - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Maluku, mendukung aparat kepolisian untuk mengusut dan mengungkap aktor intelektual dibalik insiden bentrokan antar dua kelompok pemuda yang terjadi di kawasan IAIN Ambon.
Ketua DPD GMNI Maluku, Alberthus YR Pormes menilai, peristiwa tersebut menunjukkan masih lemahnya kemampuan sebagian anak muda Maluku dalam mengendalikan emosi, sehingga mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memicu konflik.
“Bentrokan yang terjadi di IAIN menjadi bukti, bahwa anak muda Maluku, khususnya yang berdomisili di Ambon, masih mudah terhasut oleh isu-isu yang mengganggu kenyamanan dan ketentraman hidup orang basudara di Kota Ambon Manise,” tulis Pormes dalam rilisnya yang diterima redaksi Siwalima.id, Jumat (28/11).
Menurutnya, pengungkapan aktor intelektual dibalik bentrokan ini sangat penting untuk memberikan kepastian hukum, terutama bagi warga yang tidak terlibat, namun terdampak akibat bentrokan tersebut.
“Kami mendorong aparat kepolisian untuk mengungkap aktor intelektual, agar ada kepastian hukum bagi rakyat Kota Ambon yang tidak bersalah, tetapi menjadi korban,” tandas Pormes.
Selain itu kata Pormes, GMNI Maluku mengajak seluruh masyarakat Kota Ambon untuk tetap menjaga situasi agar tetap aman dan kondusif. Masyarakat juga diingatkan agar tidak terpancing provokasi yang dapat merusak hubungan orang basudara.
“Mari bersama-sama menjaga harmoni hidup orang basudara Ale Rasa Beta Rasa, Sagu Salempeng Pata Dua. Jadikan Ambon rumah yang nyaman bagi semua orang, dengan kehidupan yang aman, tentram dan menjadi laboratorium perdamaian bagi semua tanpa membedakan latar belakang apa pun,” himbau Pormes.(S-25)