AMBON, Siwalima.id - Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa menyebut sampai saat ini ada 106 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi di Maluku.
Makan Bergizi Gratis merupakan program nasional yang didukung penuh pemerintah daerah itu telang menjangkau ratusan ribu siswa yang tersebar di 11 kabupaten dan kota.
“Program ini telah menunjukkan capaian yang sangat signifikan, baik dari sisi jumlah penerima manfaat, perluasan jangkauan maupun dampak terhadap ekonomi masyarakat,” terang gubernur saat memberikan arahan kepada Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) di lantai 7 Kantor Gubernur, Kamis (7/5).
Dirinya mengaku dari sisi infrastruktur layanan, jumlah SPPG yang telah beroperasi sebanyak 106 unit dari total potensi 192 unit atau sekitar 55,21 persen.
Capaian ini menunjukkan lebih dari separuh kebutuhan layanan telah terpenuhi, namun masih diperlukan percepatan pembangunan dan operasional SPPG agar seluruh wilayah dapat terlayani secara optimal.
Selanjutnya dari sisi penerima manfaat siswa, program ini telah menjangkau 222.640 siswa dari total potensi 488.994 siswa atau sekitar 45,54 persen.
“Artinya, masih terdapat lebih dari setengah sasaran yang perlu didorong agar dapat menerima manfaat program ini secara merata,” ungkapnya.
Untuk kelompok ibu hamil, ibu menyusui dan balita (3B), jumlah penerima manfaat telah mencapai 19.345 orang dari total potensi 67.562 orang, atau sekitar 28,63 persen.
Capaian ini lanjutnya menjadi perhatian serius mengingat kelompok 3B merupakan kelompok paling rentan yang sangat menentukan kualitas generasi masa depan.
Dari sisi penyerapan tenaga kerja dan pemberdayaan masyarakat, program MBG di Maluku telah melibatkan sekitar 14.075 relawan dan tenaga kerja.
“Ini menunjukkan program ini juga telah berkontribusi nyata dalam membuka peluang kerja dan menggerakkan ekonomi lokal,” jelasnya.
Terkait dengan aspek keamanan pangan dan standar layanan, ia mengatakan dari total SPPG yang ada, sebanyak 69 unit telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), sementara 37 unit lainnya masih dalam proses pemenuhan.
Hal ini juga menunjukkan komitmen bersama pemerintah dalam memastikan makanan yang disajikan tidak hanya bergizi, tetapi juga aman dan higienis.
Meskipun capaian tersebut menunjukkan perkembangan yang cukup baik, ia mengaku masih terdapat berbagai tantangan, terutama terkait kondisi geografis Maluku sebagai wilayah kepulauan, keterbatasan akses distribusi serta pemerataan layanan hingga ke wilayah terpencil.
“Pemerintah provinsi berkomitmen untuk mempercepat pembangunan dan pemerataan SPPG, meningkatkan cakupan penerima manfaat, khususnya bagi kelompok rentan, memperkuat pengawasan mutu dan keamanan pangan serta mendorong keterlibatan aktif masyarakat dan pelaku usaha lokal,” tegasnya.
Gubernur mengaku keberhasilan program MBG sangat ditentukan oleh kolaborasi seluruh pihak dengan pendekatan pentahelix yang melibatkan juga akademisi, dunia usaha, komunitas dan media harus terus diperkuat.
Disamping gubernur juga mendorong potensi pangan lokal Maluku seperti hasil laut, sagu, serta produk pertanian dan UMKM harus menjadi bagian utama dalam rantai pasok program MBG.
“Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung dan mengawal pelaksanaan program MBG ini agar benar-benar memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat,” harapnya.
Gubernur berharap melalui kegiatan sosialisasi ini dapat memperkuat sinergi, meningkatkan pemahaman, serta mempercepat implementasi program makan bergizi gratis secara lebih merata dan berkelanjutan. “Mari kita jadikan program MBG seba-gai gerakan bersama untuk me-wujudkan Maluku yang sehat, kuat, dan sejahtera,” pintanya.(S-20)