SIWALIMA.id > Berita
Harga Barang Masih Tinggi di Maluku
Ekonomi | Jumat, 3 Oktober 2025 pukul 22:39 WIT

AMBON, Siwalimanews – Tingginya sejumlah barang kebu­tuhan pada sejumlah daerah di Maluku awal bulan Oktober, memicu tinggi­nya inflasi.

Badan Pusat Statistik mencatat inflasi (y-on-y) tertinggi terjadi di Kabupaten Maluku Tengah sebesar 3,09 persen dengan IHK sebesar 108,83 dan terendah terjadi di Kota Tual sebesar 2,95 persen dengan IHK sebesar 110,48.

Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga 8 indeks kelompok pengeluaran yaitu kelompok maka­nan, minuman dan tembakau sebesar 7,63 persen, kelompok kesehatan sebesar 4,25 persen dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 3,65 persen.

“Secara umum, perkembangan harga berbagai komoditas pada September 2025 dibandingkan September 2024 menunjukkan tren kenai­kan,” kata Kepala BPS Maluku Maritje Pattiwaellapia dalam rilis yang diterima Siwalima, kemarin.

Ia menyebut selain naiknya harga makananan, inflasi juga dipengaruhi naiknya kebutuhan lain seperti kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,70 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,64 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,30 persen.

Berdasarkan hasil pemantauan BPS Maluku di tiga kabupaten kota, pada September 2025 terjadi inflasi y-on-y sebesar 3,01 persen, atau terjadi kenaikan IHK dari 106,47 pada September 2024 menjadi 109,68 pada September 2025.  “Komoditas yang dominan mem­berikan andil inflasi y-on-y pada September 2025, antara lain bawang merah, tomat, emas perhiasan, beras, minyak goreng, ikan tuna dan lainnya,” terangnya.

Sedangkan komoditas yang mem­berikan andil deflasi y-on-y, antara lain tarif angkutan udara, cabai merah, bensin, ikan layang/mumar, popok bayi sekali pakai/diapers, lemon, sabun mandi dan lainnya.

Tanpa Ekspor

Badan pusat statistik juga men­catat pada bulan Agustus 2025 Ma­lu­ku tidak melakukan ekspor se­dangkan impor mencapai US$ 32,96 juta.

Sedangkan nilai ekspor Maluku Januari sampai Agustus 2025 men­capai US$28,31 juta atau turun 18,85 persen dibanding periode yang sama tahun 2024.

“Ekspor Maluku Agustus 2025 tercatat nihil atau turun 100,00 persen dibanding ekspor Agustus 2024 senilai US$1,05 juta,” kata Ke­pala BPS Maluku Maritje Patti­waellapia dalam rilis yang diterima Siwalima, kemarin.

Ia menjelaskan ekspor nonmigas Januari–Agustus 2025 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$25,22 juta, disusul Hongkong US$2,94 juta, dengan kontribusi keduanya mencapai 99,45 persen.

Sementara ekspor ke negara  kawasan luar Asia yakni ke Amerika Serikat sebesar US$0,15 juta  de­ngan kontribusi sebesar 0,55 persen.

Terkait impor Maluku pada bulan Januari-Agustus 2025, dikatakan mencapai US$220,21 juta atau turun 35,24 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Nilai impor Maluku Agustus 2025 mencapai US$32,96 juta, turun 12,67 persen dibanding kondisi Agustus 2024,” tandasnya. (S-09)

BERITA TERKAIT