AMBON, Siwalimanews – Tingginya sejumlah barang kebuÂtuhan pada sejumlah daerah di Maluku awal bulan Oktober, memicu tinggiÂnya inflasi.
Badan Pusat Statistik mencatat inflasi (y-on-y) tertinggi terjadi di Kabupaten Maluku Tengah sebesar 3,09 persen dengan IHK sebesar 108,83 dan terendah terjadi di Kota Tual sebesar 2,95 persen dengan IHK sebesar 110,48.
Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga 8 indeks kelompok pengeluaran yaitu kelompok makaÂnan, minuman dan tembakau sebesar 7,63 persen, kelompok kesehatan sebesar 4,25 persen dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 3,65 persen.
âSecara umum, perkembangan harga berbagai komoditas pada September 2025 dibandingkan September 2024 menunjukkan tren kenaiÂkan,â kata Kepala BPS Maluku Maritje Pattiwaellapia dalam rilis yang diterima Siwalima, kemarin.
Ia menyebut selain naiknya harga makananan, inflasi juga dipengaruhi naiknya kebutuhan lain seperti kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,70 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,64 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,30 persen.
Berdasarkan hasil pemantauan BPS Maluku di tiga kabupaten kota, pada September 2025 terjadi inflasi y-on-y sebesar 3,01 persen, atau terjadi kenaikan IHK dari 106,47 pada September 2024 menjadi 109,68 pada September 2025. âKomoditas yang dominan memÂberikan andil inflasi y-on-y pada September 2025, antara lain bawang merah, tomat, emas perhiasan, beras, minyak goreng, ikan tuna dan lainnya,â terangnya.
Sedangkan komoditas yang memÂberikan andil deflasi y-on-y, antara lain tarif angkutan udara, cabai merah, bensin, ikan layang/mumar, popok bayi sekali pakai/diapers, lemon, sabun mandi dan lainnya.
Tanpa Ekspor
Badan pusat statistik juga menÂcatat pada bulan Agustus 2025 MaÂluÂku tidak melakukan ekspor seÂdangkan impor mencapai US$ 32,96 juta.
Sedangkan nilai ekspor Maluku Januari sampai Agustus 2025 menÂcapai US$28,31 juta atau turun 18,85 persen dibanding periode yang sama tahun 2024.
âEkspor Maluku Agustus 2025 tercatat nihil atau turun 100,00 persen dibanding ekspor Agustus 2024 senilai US$1,05 juta,â kata KeÂpala BPS Maluku Maritje PattiÂwaellapia dalam rilis yang diterima Siwalima, kemarin.
Ia menjelaskan ekspor nonmigas JanuariâAgustus 2025 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$25,22 juta, disusul Hongkong US$2,94 juta, dengan kontribusi keduanya mencapai 99,45 persen.
Sementara ekspor ke negara kawasan luar Asia yakni ke Amerika Serikat sebesar US$0,15 juta deÂngan kontribusi sebesar 0,55 persen.
Terkait impor Maluku pada bulan Januari-Agustus 2025, dikatakan mencapai US$220,21 juta atau turun 35,24 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
âNilai impor Maluku Agustus 2025 mencapai US$32,96 juta, turun 12,67 persen dibanding kondisi Agustus 2024,â tandasnya. (S-09)