AMBON, Siwalimanews â Implementasi penyaluran Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Ambon belum mencapai sasaran.
Pasalnya dari 60.600 siswa penerima MBG yang tersebar pada kenjang PAUD, SD dan SMP di Kota Ambon baru 16 ribu siswa yang merasakan manfaat dari program pemerintah pusat tersebut.
“Hingga awal Oktober ini penyaluran MBG belum maksimal, bahkan belum menyentuh angka 30 persen dari total penerima, sebab dari total sekitar 482 satuan pendidikan yang terdiri dari 210 PAUD dan TK, 210 SD, dan 62 SMP yang baru terlayani sekitar 23 sampai 27 persen, ini masih jauh dari target ideal,” tandas Anggota Komisi II DPRD Kota Ambon Christanto Laturiuw kepada wartawan di Baileo Rakyat, Belakang Soya, Rabu (8/10).
Atas dasar itu kata Laturiuw, maka Komisi II mendesak penanggung jawab MBG di Kota Ambon untuk minimal mencapai angka 30 persen di akhir Oktober. Hal ini merupakan catatan penting untuk meningkatkan cakupan dan perbaikan kualitas dalam pelaksanaan program MBG yang diterapkan di Kota Ambon.
Selain soal penyaluran, ia juga menekankan soal kualitas makanan yang benar-benar memiliki kualitas gizi seimbang serta melewati uji klinis sebelum dikonsumsi. Hal ini perlu dilakukan untuk menghindari potensi alergi dan keracunan yang marak terjadi.
“Kebersihan dan kualitas sekarang ini menjadi prioritas utama yang harus dijalankan dan diberikan perhatian serius kurang lebih 9 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di Kota Ambon,â tandas Laturiuw.
Politisi Partai Gerindra ini memastikan, Komisi II bersama Dinas Pendidikan Kota Ambon terus melakukan pengawasan langsung di lapangan untuk memastikan program berjalan sesuai standar.
“Program ini sangat penting untuk mendukung gizi, kesehatan dan konsentrasi belajar anak-anak di sekolah, untuk itu kami terus melakukan pengawasan dan pastikan semua pihak terlibat agar meningkatkan mutu pelayanan, ” janji Laturiuw.(S-10)