AMBON, Siwalimanews – Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) H M Jusuf Kalla melantik Dewan Kehormatan (DK) dan PengÂurus PMI Provinsi Maluku masa bakti 2024-2029, Kamis (7/11), di Lantai VII Kantor Gubernur Maluku.
Mereka dilantik berdasarkan Surat Keputusan nomor 193/ke/PMI/XI/2024 tentang KeÂpeÂngurusan Palang Merah Indonesia Provinsi MaluÂku masa bakti tahun 2024-2029.
Mereka yang dilantik, yakni Dewan Kehormatan PMI Maluku diketuai manÂtan Gubernur Maluku, Karel Albert Ralahalu dan Pengurus PMI Maluku diketuai Pdt. Jhon RuhuÂlessin.
JK, sapaan akrab mantan Wakil Presiden Republik Indonesia ini mengatakan, organisasi PMI berbeda dengan organisasi lain, karena hanya memiliki sedikit kepengurusan sehingga harus bekerja seefektif mungkin.
khusus kepada dewan kehormaÂtan, JK berpesan, agar selalu memÂberikan dorongan, spirit dan seÂmangat kepada PMI Maluku, serta pengarahan jika ada masalah yang dihadapi.
âAda 7 prinsip pokok PMI yang intinya adalah kemanusiaan yang bersifat universal dan mandiri. Meski organisasi ini dibentuk pada masa perang, namun bagi kita di Maluku, ini tentu sudah sangat memahami tentang hal kemanusiaan. Pengalaman konflik kemanusiaan yang dapat diselesaikan dengan baik,â ujar JK.
Dengan kondisi demikian, lanjut JK, bisa dipahami bagaimana sifat kemanusiaan dijalankan dalam organisasi ini..
JK menambahkan, bahwa arti dari semua itu adalah saling menghorÂmati dan menghargai. Tugas ini sangat penting untuk semua, untuk saling membantu.
âKepada semua pihak yang sudah membantu PMI di Maluku, terima kasih,âujar JK.
Sementara itu, Ketua PMI Maluku yang baru dilantik, Jhon Ruhulessin menyampaikan terima kasih atas pelantikan dimaksud.
Setelah ini, lanjut Ruhulessin, bersama kepengurusan yang baru, pihaknya akan melakukan penataan organisasi, terutama 8 kabupaten/kota yang sudah terbentuk dan 3 lainnya yang dalam proses pembenÂtukan, sekaligus menata kepenguruÂsan yang akan berakhir masa bakÂtinya.
âDesember nanti kita akan gelar munas dan itu akan menjadi ajang untuk menetapkan pikiran, gagasan, renstra PMI untuk 5 tahun kedepan. Dan akan dilanjutkan dengan rakerda untuk menkonsoludasi dan mensinergikan keputusan-kepuÂtusan munas dengan kondisi yang terjadi di Maluku supaya betul-betul keputusan Munas itu berjalan secara baik sejalan dengan program kerja di Maluku. Itu yang pertama yang kami akan lakukan,âujarnya.
Selain itu, bersama kepengurusan yang baru, Ruhlussin juga akan membenahi tugas-tugas kemanuÂsiaan di Maluku.
Ruhulessin menjelaskan, memiÂmÂpin PMI di daerah kontinental, tidak sebanding dengan daerah kepuÂlauan dengan 11 kabupaten/kota.
Menurutnya ada banyak hal yang dihadapi, termasuk problem-problem sosial di daerah kepulauan.
âSelama ini, atau 5 tahun lalu, kita mendapatkan perhatian yang sangat besar dari PMI pusat. Kepada Pemprov, kita juga berharap dukungan memang selama ini kita sudah dapat perhatian, tapi menurut kami itu belum cukup untuk menopang tugas-tugas PMI kedepan. Karena itu saya mohon untuk waktu yang akan datang, tidak banyak tapi PMI butuh kemandirian, kita butuh ditopang oleh semangat bersama untuk kita bangun pelayanan kemanusiaan yang kuat di Maluku,âtandasnya.
Sementara itu Penjabat Gubernur Maluku dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten III Setda Maluku berharap, agar kepengÂurusan PMI baru lebih aktif dalam menjalankan organisasi kemanuÂsiaan di Maluku.
âJadikan momentum ini sebagai ruang besar bagi pengurus PMI dalam memajukan organisasi ini. Ini merupakan organisasi kemanusiaan, mitra pemerintah daerah dalam melaksanakan fungsi-fungsi dasar pelayanan pada masyarakat. Untuk itu pelantikan ini penting dalam rangka mendayagunakan segala potensi dimiliki mewujudkan program organisasi terutama, tugas kemanusiaan dan pelayanan kepada masyarakat,âharapnya. (S-25)