AMBON, Siwalima.id - Menteri Kebudayaan, Fadli Zon berjanji, akan melakukan revitalisasi terhadap Perpustakaan Georg Eberhard Rumpius di Ambon.
Janji ini disampaikan Menteri Kebudayaan saat mengunjungi Perpustakaan Rumpius yang berlokasi di Gereja Katedral Fransiskus Xaverius Ambon, Jumat (28/11).
Rumpius menurut Menbud, merupakan seorang ilmuwan yang sangat penting dalam sejarah peradaban ilmu pengetahuan dan termasuk orang yang pertama menulis tentang khazanah kekayaan alam atau biodiversity nusantara.
Hasil-hasil penelitian yang dilakukan Rumpius, telah banyak mempengaruhi ilmuan lain, termasuk Alfred Wallace, Charles Darwin dan juga tokoh-tokoh naturalis biologis yang lain di Nusantara.
"Buku yang ditulis oleh rumpius adalah buku-buku yang dianggap monumental dalam sejarah atau tonggak ilmu pengetahuan seperti Herbarium Amboinense yang berisikan flora dan kekayaan di Ambon terbitkan jauh setelah dia meninggal,” ungkap Menbud kepada Siwalima.id, disela-sela kunjungan itu.
Menbud mengaku, perpustakaan rumpius di Gereja Katedral Ambon sangat lengkap, termasuk adanya koleksi cetakan pertama buku rumpius dengan judul Curiosity Cabinet yang menulis tentang berbagai macam flora dan fauna di Ambon yang penelitiannya cukup lama dan mendalam.
Apalagi, buku yang ditulis rumpius merupakan suatu cerita tragis dengan pengalaman selama hidup di Ambon, karena kehilangan istri dan anak akibat gempa dan tsunami saat itu, walaupun kemudian bukunya tenggelam dan rumpius harus menulis kembali berdasarkan ingatan.
"Jadi buku Rumpius ini cukup tebal dan terbit akhirnya dia meninggal di Belanda dan cetakan sekarang ada di Perpustakaan Leiden Belanda,” jelas Menbud.
Menbud mengaku, dengan keberadaan perpustakan Rumpius ini, maka Kementerian Kebudayaan akan merevitalisasi perpustakaan yang ada di Gereja Katedral Fransiskus Xaverius, agar masyarakat terutama mahasiswa dan siswa dan tamu asing yang datang ke Ambon bisa melihat dan menikmati bacaan dan koleksi rumpius disini.
"Kita usahakan secepat mungkin kita lakukan revitalisasi perpustakaan ini," jani Menbud.
Revitalisasi perpustakaan Rumpius kata Menbud, sejalan dengan perjalanan 400 tahun Rumpius yang akan dilaksanakan pada tahun 2027 mendatang.
"Ini bukan soal Rumpius ini orang berdarah Jerman yang ikut dalam rombongan VOC, tapi kita melihat kontribusinya, terutama dalam dunia sains dengan memperkenalkan khazanah kekayaan flora dan fauna di Ambon dan Nusantara,” jelas Menbud.(S-20)