AMBON, Siwalima.id - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maluku, Abdullah Latuapo, menghimbau seluruh masyarakat Maluku untuk menjaga ketenangan, kedamaian, serta memperkuat nilai toleransi menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.
Latuapo menegaskan, kebersamaan dan persaudaraan merupakan fondasi penting dalam menjaga situasi tetap kondusif di Maluku.
Ia mengingatkan bahwa momen peringatan hari besar keagamaan selalu menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan antar sesama.
“Kita harus menjaga persaudaraan. Dalam rangka merayakan Natal dan menyambut Tahun Baru, kami menghimbau masyarakat untuk mewujudkan ketenangan dan kedamaian. Kita harus memiliki sifat toleransi yang tinggi,” ujarnya, kepada wartawan, saat berada di kampus Unpatti, Poka, Jumat (12/12).
Dikatakan, seluruh pihak memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan Maluku tetap aman dan damai, terutama menjelang pergantian tahun.
“Kami semua menginginkan Maluku tetap menjadi daerah yang rukun. Tanggung jawab menjaga situasi yang kondusif ada pada kita semua,” tambahnya.
Pihaknya juga berharap seluruh warga dapat menjalankan ibadah dan perayaan dengan penuh rasa saling menghargai, serta menghindari tindakan-tindakan yang dapat mengganggu stabilitas keamanan.
2.403 Siap Amankan
Polda Maluku menggelar Rapat Koordinasi Lintas Sektoral untuk persiapan pengamanan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Ruang Rapat Utama Markas Polda Maluku, Tantui, Ambon, Kamis (11/12).
Rapat dipimpin Kapolda Maluku, Irjen Dadang Hartanto dan dihadiri Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath, Kasdam XV/Pattimura Brigjen Nefra Firdaus, jajaran Forkopimda, pimpinan lembaga, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta sejumlah pemangku kepentingan.
Dalam kesempatan itu Kapolda menegaskan, bahwa pengamanan Nataru difokuskan pada tiga aspek: keamanan, kenyamanan, dan kondusivitas masyarakat.
“Tugas kita memastikan aktivitas masyarakat berjalan aman, tenang, dan produktif,” katanya.
Polda akan melaksanakan kegiatan rutin kepolisian yang ditingkatkan (KRYD) menjelang tanggal 25 Desember dan 1 Januari, bekerja sama dengan TNI dan pemerintah daerah.
Dalam paparan, Kapolda menyoroti dua ancaman utama yang kerap muncul setiap tahun, yakni minuman keras dan petasan.
Data tahun-tahun sebelumnya menunjukkan kasus penganiayaan dan pengeroyokan merupakan kejadian paling menonjol, dan sebagian besar dipicu konsumsi miras berlebih.
“Masalah muncul ketika pelaku mabuk lalu berada di luar rumah dan menganggap semua orang sebagai musuh,” jelas Kapolda.
Kapolda juga mengingatkan agar seluruh gereja di Maluku diamankan selama perayaan.
“Tidak ada gereja yang tidak dijaga. Pengamanan dapat melibatkan Pamswakarsa,” ujarnya.
Untuk mengamankan jalannya Nataru, Polda Maluku menurunkan 2.403 personel gabungan, terdiri atas: Polda Maluku: 250 personel, Polres jajaran: 1.356 personel, Stakeholder terkait: 797 personel.
“Personel tersebut disebar di 676 lokasi pengamanan, meliputi gereja, objek wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, bandara, dan area pergantian tahun. Selain itu, disiapkan 47 pos pengamanan, 27 pos pelayanan, dan 8 pos terpadu,” rinci Kapolda.
Kapolda juga menyinggung potensi kecelakaan lalu lintas dan kecelakaan laut, mengingat tingginya mobilitas masyarakat Maluku menggunakan transportasi laut menjelang dan setelah Nataru.
“Kita harus memastikan fasilitas dan keselamatan pelayaran dicek dengan baik. Bila terjadi insiden, respons harus cepat,” tegasnya.
Kapolda kembali meminta masyarakat untuk menghindari penggunaan petasan.
“Ini soal kesadaran bersama. Petasan membahayakan, miras memicu kekerasan. Mari kita jaga Maluku tetap aman dan damai selama Nataru,” tutupnya.
Sementara itu, Kasdam XV/Pattimura, Brigjen Nefra Firdaus juga menyampaikan kesiapan TNI membantu pengamanan Nataru.
Kodam Pattimura akan menurunkan 1.000 personel untuk memperkuat sinergi pengamanan. “Kodam siap membantu pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026,” tegasnya.
Wakil Gubernur Maluku mengapresiasi langkah Polda Maluku yang menginisiasi koordinasi lintas sektor. “Terima kasih Kapolda dan jajaran. Semoga kerja sama ini terus dipertahankan. Kita berharap perayaan Natal dan Tahun Baru berlangsung aman dan nyaman bagi masyarakat Maluku,” ujarnya. (S-25)