SIWALIMA.id > Berita
Pemkot Dorong Ruang Kreatif dan Pemberdayaan UMKM
Ekonomi | Senin, 2 Maret 2026 pukul 12:02 WIT

AMBON, Siwalima.id - Pemerintah Kota Ambon terus mendukung para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah berkembang. Salah satunya lewat Zestival Ramadhan 2026.

Kegiatan yang digelar di halaman parkiran salah satu hotel di Ambon, Sabtu (28/2) dibuka oleh Sekretaris Kota, Roby Sapulette dan menghadirkan sejumlah pelaku UMKM.

Walikota Ambon Bodewin Wattimena dalam sambutan yang dibacakan sekot mengaku Zestival Ramadan diselenggarakan bukan sekadar kegiatan seremonial.

Zestival Ramadan sebagai ruang ekspresi, ruang kreativitas dan ruang pemberdayaan bagi masyarakat, khususnya generasi muda,” jelas walikota.

Kegiatan ini juga menjadi wadah untuk menyampaikan nilai-nilai Islam secara inovatif dan kreatif, meningkatkan kreativitas anak-anak dan remaja di bidang seni Islami.

Selain itu dapat menumbuhkan rasa syukur dan kegembiraan dalam menyambut bulan suci, serta melestarikan tradisi budaya lokal bernuansa Islami di kalangan generasi muda.

Pemerintah katanya, menyambut baik penyelenggaraan Zestival Ramadan, karena sejalan dengan komitmen membangun Ambon sebagai kota yang religius, harmonis dan inklusif.

“Kegiatan ini membuktikan nilai-nilai keagamaan dapat diwujudkan dalam bentuk yang positif, edukatif dan membangun karakter,” jelasnya.

Dalam sambutan tersebut juga menekankan pentingnya peran generasi muda di tengah berbagai tantangan zaman, termasuk persoalan pergaulan tidak sehat serta meningkatnya masalah kesehatan seperti HIV yang menjadi perhatian serius di Kota Ambon.

“Jagalah diri, jagalah pergaulan dan bangun masa depan dengan pilihan-pilihan yang benar. Kegiatan positif seperti Zestival Ramadan ini adalah ruang yang sehat dan produktif untuk menyalurkan bakat, energi, serta kreativitas,” pesannya.

Ia meyakini, ketika anak-anak muda Kota Ambon sibuk berkarya dan berprestasi, maka sesungguhnya sedang dibangun benteng sosial yang kuat.

Kegiatan ini bukan hanya ajang lomba, tetapi juga bagian dari upaya menciptakan suasana kota yang aman dan damai, terutama di bulan Ramadan.

Selain menghadirkan lomba pop religi, fashion show busana muslim, dan tari saman, penyelenggara juga melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar arena festival. Hal ini dinilai sebagai bentuk nyata pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Pemerintah Kota Ambon memahami kondisi perekonomian daerah masih menghadapi berbagai tantangan, khususnya dalam keterbatasan lapangan kerja formal.

Karena itu, UMKM menjadi salah satu tulang punggung ekonomi rakyat yang harus terus didukung dan diperkuat.

Melalui kegiatan seperti ini, perputaran ekonomi terjadi secara langsung.

Produk-produk lokal memperoleh ruang promosi, pelaku usaha kecil mendapatkan tambahan penghasilan, serta masyarakat memiliki alternatif sumber ekonomi yang lebih luas.

Pemerintah Kota Ambon pun berkomitmen untuk terus mendorong penguatan UMKM melalui program pelatihan, pendampingan, akses permodalan, serta perluasan jaringan pemasaran agar UMKM Ambon semakin kreatif, inovatif, dan mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.

Mengakhiri sambutan, walikota mengajak seluruh masyarakat menjadikan Ramadan sebagai momentum memperbaiki diri, memperkuat iman, menjaga persaudaraan orang basudara, serta berkomitmen menjadi generasi Ambon yang sehat, berprestasi dan bermartabat.(Mg-1)

BERITA TERKAIT