PERUSAHAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Yapono mulai mempersiapkan air bersih guna mendukung pembangunan perumahan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di ka-wasan Kudamati Atas, Rabu (6/5).
Langkah ini menjadi bagian penting dalam memastikan ketersediaan hunian layak dengan fasilitas dasar yang memadai.
Persiapan tersebut merupakan tindak lanjut dari permohonan pengembang, PT Maluku Drop Core, yang tengah menggarap proyek perumahan subsidi sekaligus komersial di wilayah tersebut.
Direktur PT Maluku Drop Core, Elok Andries, menjelaskan bahwa proyek ini sejalan dengan program Pemerintah Kota Ambon dalam menyediakan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah
“Kami telah mengajukan proposal kepada Walikota dengan tembusan ke Perumdam. Dalam pembangunan rumah subsidi, ketersediaan air bersih menjadi syarat utama,” ujarnya.
Elok menambahkan, proyek ini akan dibangun di atas lahan seluas tiga hektare. Selain itu, pihaknya juga merencanakan pembangunan bak penampung air berkapasitas sekitar 300 meter kubik. Pembangunan perumahan MBR tersebut ditargetkan mulai berjalan pada tahun 2026.
Sementara itu, Plt Direktur Perumdam Tirta Yapono, Piet Saimima, menegaskan bahwa ketersediaan air bersih merupakan faktor krusial dalam pembangunan kawasan hunian MBR. Ia menyebutkan, pemerintah kota telah mengarahkan Pe-rumdam untuk segera menyiapkan infrastruktur pendukung.
“Sekitar 300 unit rumah akan dibangun dan diperkirakan dihuni kurang lebih 1.200 jiwa. Karena itu, penyediaan air bersih harus dirancang sejak awal,” jelasnya.
Menurut Saimima, skema penyediaan air akan dilakukan secara mandiri dan terintegrasi. Pengembang akan membangun bak penampung, sementara Perumdam akan menyiapkan sumber air melalui pembangunan sumur khusus.
“Langkah ini dilakukan agar distribusi air bagi warga kota lainnya tidak terganggu,” tambahnya.
Ia juga menyebutkan bahwa skema tersebut serupa dengan sistem penyediaan air di kawasan industri dan perumahan skala besar lainnya di Ambon.
Perumdam Tirta Yapono bersama pihak pengembang telah melakukan peninjauan lokasi pembangunan. Proses penataan lahan ditargetkan rampung dalam waktu satu bulan, kemudian dilanjutkan dengan pembangunan bak penampung.
“Jika semua berjalan sesuai rencana, pada bulan Juni jaringan air bersih sudah bisa mulai tersedia di kawasan ini,” harap Saimima.
Upaya ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Ambon dalam memperluas akses air bersih bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung program pembangunan periode 2025–2030. (S-30)