AMBON, Siwalima.id - Kapolda Maluku, Irjen Dadang Hartanto memimpin dialog damai bersama tokoh pemerintahan, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, dan masyarakat Negeri Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Sabtu (3/1).
Dialog tersebut digelar untuk mencari solusi damai dan berkelanjutan atas konflik sosial antara kelompok Matahari Naik dan Matahari Masuk yang sebelumnya memicu keresahan warga dan gangguan keamanan.
Kapolda mengatakan, kehadirannya di Negeri Liang bertujuan memastikan seluruh masyarakat dapat hidup aman dan damai tanpa diskriminasi.
“Saya datang dengan satu tujuan, Negeri Liang harus aman dan damai. Cara kekerasan bukan lagi solusi di era keterbukaan seperti sekarang,” ujar kapolda dalam dialog tersebut.
Dialog dilakukan di dua lokasi berbeda, yakni Gedung Pertemuan Kantor Pemerintah Negeri Liang dan Kompleks Genfrus Matahari Masuk RT 010, sebagai bentuk komitmen mendengar aspirasi kedua pihak secara seimbang.
Dalam pertemuan pertama, perwakilan warga Matahari Naik menyampaikan sejumlah tuntutan, antara lain penegakan hukum terhadap pelaku kekerasan bersenjata tajam, penanganan daftar pencarian orang (DPO), pendirian Polsek di Negeri Liang, serta evaluasi kepemimpinan Pemerintah Negeri (KPN) yang dinilai berkontribusi terhadap konflik.
Sementara itu, warga Matahari Masuk mengusulkan pendirian pos pengamanan di wilayah perbatasan kedua kelompok, penanganan korban konflik secara adil, serta evaluasi terhadap kepemimpinan KPN.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Kapolda menegaskan bahwa Polri akan bersikap objektif dan profesional, termasuk melakukan evaluasi internal terhadap setiap tindakan pengamanan yang dilakukan di lapangan.
“Kami akan berdiri di tengah secara adil. Namun perdamaian tidak hanya bergantung pada aparat, melainkan juga komitmen masyarakat untuk menahan diri dan menjaga persaudaraan,” katanya.
Ia juga mengajak para orang tua dan tokoh masyarakat untuk berperan aktif membina generasi muda, agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang memperkeruh situasi, termasuk melalui media sosial.
Terkait persoalan kepemimpinan Negeri Liang dan kerugian akibat konflik, Kapolda menyatakan hal tersebut akan dibahas lebih lanjut bersama pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten.
Seluruh rangkaian dialog berlangsung aman dan kondusif hingga pukul 17.00 WIT. Usai kegiatan, Kapolda Maluku bersama rombongan meninjau langsung lokasi konflik sebagai bentuk komitmen Polri dalam memulihkan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Pada hari yang sama, Kapolda juga melakukan inspeksi pos pengamanan kawasan UIN–Arbes.
Pengecekan dilakukan untuk memastikan kesiapsiagaan personel serta mengevaluasi situasi keamanan di kawasan yang dinilai rawan pada jam malam.
“Kehadiran pos pengamanan harus benar-benar memberi rasa aman bagi masyarakat. Personel harus siaga, responsif dan humanis,” ujar Kapolda.
Kapolda menekankan pentingnya deteksi dini, patroli intensif serta komunikasi yang baik dengan masyarakat sebagai langkah pencegahan gangguan keamanan.
Langkah ini, menurutnya, merupakan bagian dari komitmen Polda Maluku dalam menjaga stabilitas keamanan serta memastikan kehadiran negara dirasakan langsung oleh masyarakat.(S-25)