SIWALIMA.id > Berita
Pimpin Dialog, Kapolda Dorong Penyelesaian Konflik Bermartabat
Daerah , Headline | Senin, 5 Januari 2026 pukul 14:51 WIT

AMBON, Siwalima.id - Kapolda Maluku, Irjen Dadang Hartanto memim­pin dialog damai bersama tokoh pemerintahan, to­koh adat, tokoh agama, pe­muda, dan masya­ra­kat Negeri Liang, Keca­matan Salahutu, Kabu­paten Maluku Tengah, Sabtu (3/1).

Dialog tersebut digelar untuk mencari solusi damai dan berkelanjutan atas konflik sosial antara kelompok Matahari Naik dan Matahari Masuk yang sebelumnya memicu kere­sahan warga dan gangguan keamanan.

Kapolda mengatakan, kehadi­rannya di Negeri Liang bertujuan memastikan seluruh masyarakat dapat hidup aman dan damai tanpa diskriminasi.

“Saya datang dengan satu tujuan, Negeri Liang harus aman dan damai. Cara kekerasan bukan lagi solusi di era keterbukaan seperti sekarang,” ujar kapolda dalam dialog tersebut.

Dialog dilakukan di dua lokasi berbeda, yakni Gedung Pertemuan Kantor Pemerintah Negeri Liang dan Kompleks Genfrus Matahari Masuk RT 010, sebagai bentuk komitmen mendengar aspirasi kedua pihak secara seimbang.

Dalam pertemuan pertama, perwakilan warga Matahari Naik menyampaikan sejumlah tuntutan, antara lain penegakan hukum ter­hadap pelaku kekerasan bersen­jata tajam, penanganan daftar pencarian orang (DPO), pendirian Polsek di Negeri Liang, serta evaluasi kepemimpinan Pemerin­tah Negeri (KPN) yang dinilai berkontribusi terhadap konflik.

Sementara itu, warga Matahari Masuk mengusulkan pendirian pos pengamanan di wilayah perba­tasan kedua kelompok, penanga­nan korban konflik secara adil, serta evaluasi terhadap kepemim­pinan KPN.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Kapolda menegaskan bahwa Polri akan bersikap objektif dan profesional, termasuk mela­ku­kan evaluasi internal terhadap setiap tindakan pengamanan yang dilakukan di lapangan.

“Kami akan berdiri di tengah se­cara adil. Namun perdamaian tidak hanya bergantung pada aparat, melainkan juga komitmen masya­rakat untuk menahan diri dan menjaga persaudaraan,” katanya.

Ia juga mengajak para orang tua dan tokoh masyarakat untuk ber­peran aktif membina generasi muda, agar tidak mudah terpro­vokasi oleh isu-isu yang memper­keruh situasi, termasuk melalui media sosial.

Terkait persoalan kepemimpinan Negeri Liang dan kerugian akibat konflik, Kapolda menyatakan hal tersebut akan dibahas lebih lanjut bersama pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten.

Seluruh rangkaian dialog berlangsung aman dan kondusif hingga pukul 17.00 WIT. Usai kegiatan, Kapolda Maluku bersama rombongan meninjau langsung lokasi konflik sebagai bentuk komitmen Polri dalam memulihkan keamanan dan ketertiban masya­rakat.

Pada hari yang sama, Kapolda juga melakukan inspeksi pos pengamanan kawasan UIN–Arbes.

Pengecekan dilakukan untuk memastikan kesiapsiagaan per­sonel serta mengevaluasi situasi keamanan di kawasan yang dinilai rawan pada jam malam.

“Kehadiran pos pengamanan harus benar-benar memberi rasa aman bagi masyarakat. Personel harus siaga, responsif dan humanis,” ujar Kapolda.

Kapolda menekankan pentingnya deteksi dini, patroli intensif serta komunikasi yang baik dengan masyarakat sebagai langkah pencegahan gangguan keamanan.

Langkah ini, menurutnya, merupakan bagian dari komitmen Polda Maluku dalam menjaga stabilitas keamanan serta memastikan kehadiran negara dirasakan langsung oleh masyarakat.(S-25)

BERITA TERKAIT