AMBON, Siwalimanews – Cuaca buruk berupa hujan dengan inÂtensitas sedang hingga lebat diÂsertai petir dan angin kencang, masih menghanÂtui sejumlah wilayah di Provinsi Maluku.
Untuk itu Badan MeÂteorologi, Klimatologi dan Geofisika kelas II Pattimura Ambon, meÂngeluarkan peringatan dini potensi cuaÂca buruk di wilaÂyah Maluku Mulai 15 hingga 21 September
Kepala BMKG Stasiun Pattimura Ambon Kemari menjeÂlasÂkan, berdasarkan hasil analisis kondisi atmosfer yang dapat memicu terjadinya cuaca buÂruk di wilayah Maluku yakni, terdapat bibit cyclon 98W di laut Filipina Bagian Timur, sehingga meÂnyebabkan terbentuknya beloÂkan angin dan konvergensi di wilaÂyah Indonesia, khususnya Maluku.
âDitambah dengan suhu muka laut yang hangat (26-29°C) dengan anomali 0.0 2.0°C. Hal ini meÂnyebabkan adanya penambahan massa uap air,â tulis Kemari dalam rilisnya yang diterima redaksi Siwalima, Minggu (14/9).
Selain itu kata Kamari, aktifnya low frequency di wilayah Maluku dan OLR bernilai negatif serta kelembapan udara lapisan atas yang relatif basah ditambah labilitas atmosfer secara umum bervariasi pada kategori sedang hingga kuat, mengindikasikan adanya potensi pembentukan awan konvektif pada skala lokal.
Beberapa kondisi atmosfer terÂsebut, berpengaruh terhadap proÂses pembentukan dan pertumbuÂhan awan-awan hujan di wilayah Maluku yang berpotensi menyebabÂkan terjadinya hujan dengan intenÂsitas sedang hingga lebat disertai kilat/petir dan angin kencang sesaat dalam beberapa hari ke depan.
Untuk itu, masyarakat diminta tetap waspadai hujan dengan intenÂsitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang sesaat berpotensi terjadi di wilayah Kota Ambon, Kabupaten Buru, Buru Selatan, Maluku Tengah, Seram Bagian Barat, Seram Bagian Timur dan Kepulauan Aru.
âMasyarakat dihimbau untuk tetap waspada terhadap   potensi cuaca buruk (hujan lebat sangat lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang), penurunan jaÂrak pandang secara tiba-tiba serta dampak bencana hidrometeÂorologi yang dapat terjadi seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang dan     gelombang tinggi,â himbau Kamari.
Melihat kondisi cuaca buruk yang masih menghantui Maluku maka, KeÂmari minta agar masyarakat selalu memantau perkembangan informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini cuaca ekstrem dari BMKG melalui kanal informasi BMKG.(S-27)