SIWALIMA.id > Berita
Waspada Cuaca Buruk Hantui Maluku
Daerah , Headline | Senin, 15 September 2025 pukul 23:30 WIT

AMBON, Siwalimanews – Cuaca buruk berupa hujan dengan in­tensitas sedang hingga lebat di­sertai petir dan angin kencang, masih menghan­tui sejumlah wilayah di Provinsi Maluku.

Untuk itu Badan Me­teorologi, Klimatologi dan Geofisika kelas II Pattimura Ambon, me­ngeluarkan peringatan dini potensi cua­ca buruk di wila­yah Maluku Mulai 15 hingga 21 September

Kepala BMKG Stasiun Pattimura Ambon Kemari menje­las­kan, berdasarkan hasil analisis kondisi atmosfer yang dapat memicu terjadinya cuaca bu­ruk di wilayah Maluku yakni, terdapat bibit cyclon 98W di laut Filipina Bagian Timur, sehingga me­nyebabkan terbentuknya belo­kan angin dan konvergensi di wila­yah Indonesia, khususnya Maluku.

“Ditambah dengan suhu muka laut yang hangat (26-29°C) dengan anomali 0.0 2.0°C. Hal ini me­nyebabkan adanya penambahan massa uap air,” tulis Kemari dalam rilisnya yang diterima redaksi Siwalima, Minggu (14/9).

Selain itu kata Kamari, aktifnya low frequency di wilayah Maluku dan OLR bernilai negatif serta kelembapan udara lapisan atas yang relatif basah ditambah labilitas atmosfer secara umum bervariasi pada kategori sedang hingga kuat, mengindikasikan adanya potensi pembentukan awan konvektif pada skala lokal.

Beberapa kondisi atmosfer ter­sebut, berpengaruh terhadap pro­ses pembentukan dan pertumbu­han awan-awan hujan di wilayah Maluku yang berpotensi menyebab­kan terjadinya hujan dengan inten­sitas sedang hingga lebat disertai kilat/petir dan angin kencang sesaat dalam beberapa hari ke depan.

Untuk itu, masyarakat diminta tetap waspadai hujan dengan inten­sitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang sesaat berpotensi terjadi di wilayah Kota Ambon, Kabupaten Buru, Buru Selatan, Maluku Tengah, Seram Bagian Barat, Seram Bagian Timur dan Kepulauan Aru.

“Masyarakat dihimbau untuk tetap waspada terhadap    potensi cuaca buruk (hujan lebat sangat lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang), penurunan ja­rak pandang secara tiba-tiba serta dampak bencana hidromete­orologi yang dapat terjadi seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang dan      gelombang tinggi,” himbau Kamari.

Melihat kondisi cuaca buruk yang masih menghantui Maluku maka, Ke­mari minta agar masyarakat selalu memantau perkembangan informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini cuaca ekstrem dari BMKG melalui kanal informasi BMKG.(S-27)

BERITA TERKAIT