AMBON, Siwalimanews – Badan Perencanaan PembaÂngunan Nasional (Bappenas) menyusun rencana aksi meÂnghadapi perubahan iklim, guna membangun ketahanan daerah terhadap dampak panjang perubahan iklim.
Dokumen rencana aksi yang sementara disusun berÂsama Pemprov Maluku itu, kini telah rampung dan seÂmentara dalam proses sinkroÂnisasi serta harmonisasi di Biro Hukum Pemprov Maluku.
Demikian diungkapkan DiÂrektur Lingkungan Hidup Bappenas, Harmarizi kepada wartawan usai rapat bersama dengan DPRD Maluku di Baileo Rakyat Karang PanÂjang, Senin (15/9).
Harmarizi mengaku, program ini bertujuan untuk membantu Pemprov Maluku dalam menetapkan strategi adaptasi terhadap perubahan iklim yang tak terhindarkan, seperti pergeseran pola curah hujan dan kekeringan.
Program ini mencakup berÂbagai sektor, salah satunya pertanian yang menjadi sekÂtor krusial di Maluku. PeruÂbahan pola hujan memaksa petani untuk mengubah pola tanam. Misalnya, hujan deras sering datang saat panen. Ini yang menyebabkan gagal panen.
âMaka kita ingin meningkatkan kapasitas petani agar mereka bisa beradaptasi,â ucap Harmarizi.
Ia menegaskan, program ini berÂsifat jangka panjang, maka dampak dan manfaatnya pun akan terlihat dalam jangka panjang pula.
Adaptasi menjadi kunci, agar masyarakat tetap bisa produktif meski menghadapi cuaca ekstrem dan perubahan iklim yang semakin nyata.
Ditempat yang sama Wakil Ketua DPRD Maluku Azis Sangkala, meÂnyatakan dukungan penuh terhadap upaya pembangunan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
DPRD kata Sangkala, terbuka terhadap berbagai masukan, demi memastikan pembangunan rendah karbon berjalan sesuai arah kebijaÂkan nasional dan kebutuhan masÂyarakat Maluku.
âDPRD terima banyak masukan dari Bappenas dan NGO lingkungan. Ini jadi komitmen kita bersama deÂwan dan pemerintah untuk pastikan pembangunan di Maluku perhatikan aspek lingkungan. Masalah lingkuÂngan seperti perubahan iklim, gelomÂbang laut, hingga sampah dan tambang jadi perhatian serius masÂyarakat,â tandas Sangkala.
Saat ini menurut Sangkala, semenÂtara disusun peraturan gubernur terkait rencana aksi iklim dan DPRD Maluku siap mendukung proses sosialisasi dan substansi regulasi tersebut. Bahkan, jika diperlukan, DPRD siap mendorong agar pergub ini ditingkatkan menjadi perda agar memiliki daya jangkauan yang lebih kuat dan mengikat semua pihak.
âKalau hari ini komitmen kita kuat, maka anak-anak kita kelak bisa menikmati lingkungan yang baik dan sehat. Dunia usaha, pertanian dan perikanan juga akan terbantu, karena mampu menyesuaikan diri dengan perubahan iklim yang terÂjadi,â ujar Sangkala.
Untuk diketahui, rencana aksi perubahan iklim ini, merupakan bagian dari upaya nasional menuju pembangunan rendah emisi karbon dan berkelanjutan. Kolaborasi lintas sektor dan pemangku kepentingan, menjadi krusial dalam menghadapi tantangan iklim di masa depan.
Prioritas Pemprov
Terpisah, Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath mengaku, pembaÂngunan rendah karbon bakal menÂjadi prioritas pemerintah daerah kedepan.
Hal ini disampaikan wagub, saat membuka dialog kebijakan tingkat Provinsi Maluku dengan tema memperkuat kolaborasi multipihak dalam akselerasi pembangunan rendah karbon dan ketahanan iklim yang berlangsung di salah satu hotel di Kota Ambon, Selasa (16/9).
Wagub menjelaskan, upaya meÂnekan emisi karbon harus membuÂtuhkan langkah kolaboratif, artinya tidak dapat dilakukan pemerintah saja, namun harus melibatkan masÂyarakat luas. Pembangunan rendah karbon, masuk dalam prioritas pembangunan nasional, sebab keÂdudukannya sama dengan pertumÂbuhan ekonomi.
Pengendalian karbon, merupakan tindak lanjut dari perjanjian Paris 2015, sebagai komitmen negara di dunia untuk menjaga perubahan iklim, namun pada saat bersamaan jangan sampai pengendalian emisi karbon menghambat pertumbuhan ekonomi untuk bergerak naik.
âPengendalian emisi karbon tetap berjalan, tapi pertumbuhan ekonomi tetap juga berjalan agar tercipta keseimbangan,â ujar wagub.
Menurutnya, semua instrumen peÂmerintahan, private sektor dan masÂyarakat di dalam melakukan kegiatan pembangunan guna mengejar perÂtumbuhan ekonomi, harus menduÂkung pengendalian emisi karbon.
Apalagi, pemerintah pusat telah menginstruksikan agar seluruh pemda dalam setiap perencanaan pembangunan harus membuat akseÂlerasi antara kemajuan pembanguÂnan dan rendah karbon.
âGubernur telah menginstruksiÂkan agar pimpinan OPD dalam perencanaan harus mendukung akÂselerasi pembangunan rendah karÂbon jadi prioritas,â tandas wagub.
Wagub juga mengajak para peÂngÂusaha, untuk berpartisipasi dalam program rendah karbon tersebut, sehiÂngga dapat mendukung upaya pemeÂrintah menekan emisi karbon dalam program pembangunan. (S-26/S-20)