AMBON, Siwalima.id - Universitas Pattimura menyediakan program beasiswa afirmasi bagi mahasiswa program studi Kedokteran.
Beasiswa ini bersumber dari Kementerian Kesehatan itu mencakup pembiayaan penuh uang kuliah tunggal dan biaya hidup, disertai komitmen penempatan lulusan di daerah 3T.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Hubungan Masyarakat dan Alumni Unpatti, Nur Aida Kubangun, menjelaskan lewat KIP Kuliah merupakan kelanjutan dari Program Indonesia Pintar (PIP) di jenjang sekolah menengah.
Menurutnya, mahasiswa penerima PIP, memiliki peluang besar untuk memperoleh KIP Kuliah, sepanjang data sosial-ekonomi yang bersangkutan terverifikasi dan memenuhi ketentuan kementerian.
Dikatakan sejak 2025, penetapan penerima KIP Kuliah tidak lagi dilakukan di tingkat perguruan tinggi, melainkan langsung oleh kementerian terkait.
Universitas berperan melakukan verifikasi data yang bersumber dari data tunggal sosial ekonomi nasional melalui sinergi dengan Kementerian Sosial, Kementerian Pendidikan Tinggi, serta Kementerian Dalam Negeri.
Ia menekankan pentingnya keakuratan dalam pengisian data sosial-ekonomi.
“Kesalahan dalam pelaporan pendapatan atau kondisi ekonomi dapat memengaruhi posisi desil kesejahteraan dan berakibat pada tidak terpenuhinya syarat penerimaan bantuan,” katanya.
Saat ini, penerima KIP Kuliah diprioritaskan bagi mahasiswa yang berada pada desil 1-4, yakni kategori miskin ekstrem hingga rentan miskin.
Pada 2025, jumlah pendaftar KIP Kuliah mencapai 3.750 orang Namun yang ditetapkan sebagai penerima sebanyak 1.693 orang.
Mahasiswa penerima KIP Kuliah juga tidak diperkenankan menerima pendanaan ganda dari sumber anggaran negara, baik pusat maupun daerah. “Jika ditemukan pelanggaran, bantuan dapat dihentikan atau diwajibkan pengembalian dana,” tegasnya.
Adapun manfaat KIP Kuliah meliputi pembebasan UKT yang dibayarkan langsung oleh kementerian kepada perguruan tinggi serta bantuan biaya hidup sebesar Rp 5.700.000 per semester.
Saat ini, total penerima aktif KIP Kuliah di Unpatti tercatat lebih dari 6.000 mahasiswa dari berbagai angkatan.
7.026 Kuota SNPMB
Universitas Pattimura juga menyiapkan kuota sebanyak 7.026 untuk Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) tahun 2026.
Wakil Rektor Bidang Akademik Unpatti, Dominggus Malle dalam rilisnya, Kamis (26/2) menjelaskan SNBP 2026 masih menggunakan basis penilaian rapor bagi siswa yang dinyatakan memenuhi syarat oleh sekolah.
Namun, terdapat pembaruan kebijakan berupa pemberlakuan Tes Kompetensi Akademik (TKA) sebagai instrumen validasi nilai rapor. “TKA bukan menjadi syarat kelulusan utama, tetapi nilainya wajib dimiliki peserta sebagai bentuk verifikasi konsistensi capaian akademik,” ujarnya.
Ia menegaskan, peserta yang lulus melalui jalur SNBP wajib melakukan registrasi ulang dan tidak diperkenankan mengikuti jalur seleksi lain di perguruan tinggi negeri selama dua tahun apabila mengundurkan diri.
“Kebijakan ini diterapkan untuk menjaga integritas sistem seleksi dan mencegah terhambatnya kuota calon mahasiswa lain,” katanya.
Sementara itu, pada jalur SNBT, peserta diwajibkan mengikuti ujian tulis berbasis komputer dengan komponen tes potensi skolastik dan literasi (meliputi literasi Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, serta penalaran matematika).
Biaya pendaftaran SNBT ditetapkan sebesar Rp 200.000 dan terbuka bagi lulusan tahun 2024, 2025 dan 2026, termasuk lulusan Paket C dengan batas usia maksimal 25 tahun per 1 Juli 2026.
“Pelaksanaan UTBK di Unpatti akan dipusatkan di Ambon dengan sejumlah sub pusat di wilayah Maluku, yakni Tual, Saumlaki, Dobo dan Tiakur.
Selain itu, direncanakan penambahan lokasi di Bula dengan mempertimbangkan kesiapan jaringan internet serta dukungan pemerintah daerah. Dari total 7.026 kuota, distribusi penerimaan terdiri atas 40 % untuk jalur SNBP atau sekitar 2.810 kursi, 30 % untuk SNBT sekitar 2.108 kursi dan 30 % untuk jalur mandiri.(S-25)