SIWALIMA.id > Berita
Beasiswa HMPS Jangkau 18 Program Studi di FKIP
Pendidikan | Jumat, 6 Maret 2026 pukul 14:03 WIT

AMBON, Siwalima.id - Wakil Rektor Bidang Kema­hasiswaan Universitas Pattimura Aida Kubangun menyebut beasiswa HMPS kini menjangkau hingga 18 program studi di lingkungan Fakul­tas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

Beasiswa yang digagas Himpu­nan Mahasiswa Program Studi (HMPS), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) unpatti ini hanya untuk Pendidikan Sejarah.

“Atas pertimbangan cakupan kegiatan diperluas ke tingkat fakultas agar menjangkau seluruh program studi di FKIP yang berjum­lah 18 prodi,” terang Kubangun kepada wartawan di kampus Un­patti, Ambon, Kamis (5/3).

Saat ini pihak kampus gencar melakukan sosialisasi kepada para mahasiswa agar bisa memperoleh kesempatan mendapatkan beasiswa tersebut.

Sosialisasi ini juga lanjutnya dilatarbelakangi banyaknya maha­siswa yang tidak memperoleh beasiswa akibat minimnya informasi terkait jenis, syarat dan mekanisme pendaftaran.

Padahal, Unpatti memiliki berbagai skema beasiswa, baik dari pemerintah maupun mitra kerja sama.

“Banyak mahasiswa kita sebenar­nya berpotensi secara akademik, tetapi kurang informasi tentang beasiswa yang tersedia. Karena itu, perlu penjelasan tentang syarat, mekanisme dan siapa saja yang berhak menerima,” ujarnya.

Ia merinci sejumlah skema bea­siswa pemerintah yang tersedia, antara lain KIP Kuliah, Beasiswa Indonesia Pintar, Beasiswa Unggulan dari Kemendikbud Ristek, Beasiswa Afirmasi Daerah 3T, serta program dari Lembaga Pengelola Dana Pen­didikan (LPDP).

Selain itu, terdapat pula beasiswa dari mitra, seperti Karya Salemba Empat, Pertamina Foundation, Yayasan Baitul Maal PLN, BAZNAS, hingga dukungan dari BI.

Ia mengungkapkan, khusus ang­katan 2025, jumlah pelamar KIP Kuliah di Unpatti mencapai 3.750 orang. Namun, tidak semua maha­siswa memahami mekanisme pen­daftaran berbasis Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) serta proses verifikasi di tingkat perguruan tinggi.

“Sekarang penetapan KIP Kuliah langsung dari kementerian ber­dasarkan data sosial ekonomi nasio­nal. Universitas hanya melakukan verifikasi. Karena itu mahasiswa harus benar-benar memahami pro­sedurnya,” katanya.

Sementara itu, Ketua Prodi Pen­didikan Sejarah, FKIP Unpatti, Rina Pusparani, mengatakan kegiatan ini merupakan respons atas keresahan mahasiswa yang melihat banyak rekannya belum mendapatkan ban­tuan pendidikan.

“Mahasiswa kami melihat teman-teman mereka tidak mendapatkan beasiswa karena kurang informasi. Dari situ mereka menggagas sosia­lisasi ini agar semua tahu peluang yang ada,” terang Rina.

Ia menambahkan, angkatan 2025 Prodi Pendidikan Sejarah mengalami lonjakan signifikan dengan jumlah mahasiswa mencapai 169 orang.

“Meningkat dari rata-rata sebe­lumnya sekitar 100 orang. Namun, penerima KIP Kuliah di prodi tersebut hanya sekitar 40 persen,” ujarnya.

Diakui, ada mahasiswa semester dua yang terpaksa tidak melanjut­kan karena kendala ekonomi. Itu yang menjadi perhatian. Sosialisasi ini diharapkan membuka akses beasiswa lain bagi yang belum mendapatkan KIP.

Dalam kegiatan tersebut, panitia juga menghadirkan mahasiswa penerima beasiswa dari berbagai skema untuk berbagi pengalaman dan strategi lolos seleksi.

Langkah ini diharapkan memberi gambaran nyata sekaligus motivasi bagi mahasiswa lain agar lebih proaktif mengakses bantuan pendi­dikan. Melalui sosialisasi beasiswa ini, ia berharap tidak ada lagi maha­siswa berprestasi yang terhambat melanjutkan studi karena persoalan ekonomi. (S-25)

BERITA TERKAIT