Iklan Homepage 1
SIWALIMA.id > Berita
Bentrok STAIN, Rumah dan Tempat Usaha Dibakar
Daerah , Headline | Jumat, 28 November 2025 pukul 14:54 WIT

AMBON, Siwalima.id - Bentrokan dua ke­lom­pok pemuda yang diduga Pemuda Kei-SBT dengan Pemuda Kailolo di STAIN, Keca­matan Sirimau, Kota Ambon Kamis (27/11) dini hari kembali terjadi. 

Akibat dari bentrok lanjutan ini, rumah dan tempat usaha dibakar massa. 

Informasi yang di­himpun Siwalima dari sumber di kepolisian menyebutkan, ben­trok lanjutan ini dipicu pelemparan atap rumah milik warga di RT/RW 10/17  yang dilakukan oleh orang tak dikenal, membuat warga setempat ter­provokasi sehingga terjadi kon­sentrasi massa. 

Bersamaan dengan itu, terjadi juga konsentrasi massa dari ke­lompok Kei dan SBT di pertigaan Indomaret Jembatan Jodoh, yang berujung saling serang meng­gunakan batu. 

Aksi saling lempar batu kemu­dian terus berlanjut hingga meng­gunakan panah wayer maupun parang.

“Personel Satbrimobda Maluku 10 anggota yang berada di Pospam tepat pada pertigaan Jembatan Jodoh mencoba untuk mengha­langi massa, namun karena ba­nyaknya massa dari kedua ke­lompok yang bertikai meng­aki­batkan personel Satbrimobda Maluku kesulitan mengendalikan massa, “jelas sumber.

Dari bentrokan tersebut bangu­nan cafe ceria milik Faisal Serang yang berada tidak jauh dari depan Indo­maret, serta rumah milik Muhammad Marasabessy dibakar massa. 

Bentrokan berhasil di redam se­telah 1 peleton pasukan Ditsa­mapta dan 1 Peleton pasukan Sat­brimobda Maluku serta personel Polresta Ambon tiba di lokasi dan memukul mundur kedua kelompok massa.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam bentrokan tersebut kerugian yang dialami hanya kerugian materil berupa dia bangunan yang hangus terbakar. 

Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau Pulau Lease, Kombes Yoga Putra Prima Setya, yang di kon­firmasi Siwalima membenarkan bentrokan tersebut. 

Menurutnya situasi saat ini sudah kondusif dan dapat dilalui warga. “Iya benar ada bentrok antar pemuda namun berhasil diredam personel gabungan Polda Maluku dan Polresta Ambon, “ ujar Ka­polresta.

Untuk menghindari bentrokan susulan sekitar personel ditempat­kan di perbatasan kompleks dia kelompok pemuda yang bertikai. 

Dirinya menghimbau warga untuk menahan diri serta tidak terprovokasi. “Jangan mudah terprovokasi, jangan mau di adu domba, se­rahkan semua persoa­lan ke pihak kepolisian,” Imbaunya. 

DPRD Desak Tuntaskan

Anggota DPRD Provinsi Maluku, Rovik Akbar Afifudin, mendesak aparat keamanan segera menun­taskan sumber utama konflik yang kembali terjadi di kawasan Kebon Cengkeh, Kota Ambon. Ia menilai persoalan itu hanya dapat diatasi melalui penguatan kehadiran negara di wilayah padat penduduk tersebut.

Menurut Rovik, Kebon Cengkeh kini telah berkembang menjadi ka­wasan urban dengan jumlah pen­du­duk sangat besar, bahkan me­lampaui satu kabupaten di wilayah Buru. “Jumlah penduduk di Kebon Ce­ngkeh itu lebih banyak dari satu ka­bu­paten di Buru. Kalau Batu Me­rah saja hampir 76 ribu orang, maka su­dah semestinya ada struk­tur ke­amanan yang memadai,” ung­kap Ro­vik kepada Siwalima di balai rak­yat  Karpan Ambon, Kamis (27/11).

Karena itu, ia menegaskan bahwa pembentukan Polsek baru di kawasan tersebut bukan lagi kebutuhan, tetapi keharusan. 

“Usulan untuk dibuat Polsek di wilayah Kebon Cengkeh itu me­mang sudah harus dilakukan. Kalau Polseknya masih berada di dalam Kota Ambon, pengawasan tidak akan optimal. Lebih baik di­bentuk Polsek baru supaya keamanan bisa terjaga,” katanya.

Selain mendorong penguatan infrastruktur keamanan, Rovik juga mengimbau warga agar tetap menahan diri dan tidak terpro­vokasi situasi yang dapat memicu konflik lanjutan.

“Sudahlah, kita menahan diri. Ini bukan sesuatu yang baik bagi kehidupan persaudaraan kita. Lebih baik kita beraktivitas mencari rezeki untuk anak dan keluarga daripada terlibat konflik yang tidak ada manfaatnya,” ujarnya.

Rovik juga meminta Polri, TNI, dan para tokoh masyarakat untuk bekerja sama menjaga stabilitas kawasan. “Kami sarankan pihak kepolisian maupun TNI saling membantu, juga dengan tokoh-tokoh masyarakat, supaya kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” tutupnya. (S-20/S-26)

BERITA TERKAIT