SIWALIMA.id > Berita
DPRD Soroti Dugaan Malpraktek di RSUD Masohi
Online | Rabu, 7 Januari 2026 pukul 20:32 WIT

AMBON, Siwalima.id - Anggota DPRD Maluku, Alhidayat Wajo, menyoroti dugaan malpraktek medis yang terjadi di RSUD Masohi, Kabupaten Maluku Tengah. 

Menurutnya, dengan adanya dugaan ini, maka manajemen rumah sakit harus segera berbenah dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan serta penanganan medis pasien.

Pasalnya, dugaan malpraktek di RSUD Masohi ini, bukanlah kasus baru, sebab  keluhan masyarakat terkait pelayanan medis di rumah sakit tersebut telah berulang kali disampaikan, sehingga tidak boleh dianggap sebagai persoalan sepele.

“RSUD Masohi harus segera berbenah. Dugaan malpraktek ini bukan baru sekali terjadi, tetapi sudah beberapa kali dilaporkan oleh masyarakat. Kalau terus berulang, tentu patut dicurigai dan harus dievaluasi secara menyeluruh,” tegas Alhidayat kepada Siwalima.id, melalui telepon selulernya, Rabu (7/1).

Selain menyoroti dugaan malpraktek, wakil rakyat asal daerah pemilihan Malteng ini, juga minta agar setiap keluhan masyarakat terkait pelayanan kesehatan ditindaklanjuti secara cepat, serius dan profesional. 

Pasalnya, ia menilai, respons yang lambat, justru akan menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat.

“Terhadap semua keluhan warga, mohon agar secepatnya ditindaklanjuti dengan penanganan yang baik. Ini penting agar masyarakat merasa terlayani, meskipun pada akhirnya dugaan malpraktik tersebut belum tentu terbukti,” tandas Alhidayat.

Alhidayat juga menyoroti kronologi medis pasien yang dinilai tidak dicantumkan secara utuh oleh dokter yang menanganinya. Berdasarkan informasi yang diterimanya, pasien sebelumnya menjalani tindakan pencabutan gigi pada 2 September. Namun, tiga hari kemudian pasien kembali mengeluh karena mengalami pendarahan dari telinga.

“Kronologi lanjutan ini justru tidak dicantumkan secara jelas dalam catatan medis. Padahal, kondisi tersebut penting untuk menjelaskan rangkaian penanganan pasien,” tandas Alhidayat.

Menurutnya, terputusnya pencatatan kronologi medis tersebut, memicu pertanyaan dan kecurigaan publik, sehingga perlu dijelaskan secara terbuka oleh pihak rumah sakit.

“Pasca pencabutan gigi, pasien kembali dengan keluhan darah keluar dari telinga. Tapi kronologi ini seolah diputus dan tidak dicantumkan. Ini yang harus dijelaskan secara terbuka kepada publik,” pinta Alhidayat.(S-26)

BERITA TERKAIT