AMBON, Siwalima.id - Setelah melakukan On the Spot di sejumlah distributor, DPRD Kota Ambon memastikan stok telur aman sehingga masyarakat tidak perlu panik yang berlebihan.
Sebelumnya memang stok telur ayam ras di Kota Ambon hanya bisa bertahan dalam beberapa hari kedepan dan kemudian habis. Hal ini kemudian memicu kekhawatiran masyarakat. “Masyarakat tidak khawatir akan ketersediaan bahan pokok jelang Idul Fitri maupun Paskah nanti,” kata Ketua Komisi II DPRD Kota Ambon, Body Wane Mailuhu kepada wartawan usai melakukan on the spot ke sejumlah distributor di Ambon, Kamis (26/2).
Ia menjelaskan dari penjelasan salah satu distributor, bahwa 8 kontainer khusus telur sementara dalam perjalanan ke Kota Ambon.
Ada 8 kontainer yang akan masuk Sabtu besok yang disuplai 1 distributor saja belum distributor lain,” terangnya.
Proses bongkar 8 kontener itu juga dijamin berlangsung cepat sehingga tidak memicu kekhawatiran yang berlebihan dari masyarakat akan kelangkaan telur ayam. “Rencana Minggu bongkar, Senin sudah beredar, di masyarakat tidak perlu khawatir telur langka saat hari raya nanti,” ungkapnya.
Mailuhu juga memastikan komoditi lain seperti beras dan minyak goreng juga bakal tercover.
Ditanya soal harga, ia memastikan harga akan stabil di angka normal. Hal itu dipastikan lewat komitmen para distributor melihat jumlah stok yang terbilang stabil.
“Kalau soal harga aman, dilihat dari stok yang ada. Kita mengacu ilmu ekonomi. Kalau pasokan sedikit, permintaan banyak, pasti harga tinggi, tapi kalau barang banyak pasti stabil. Kami tadi cek telur harga masih normal 2000,” tandasnya.
Menurutnya, para distributor juga sepakat untuk tidak menaikan harga telur ayam ras dan tetap dijual dengan harga normal.
“Kami bersyukur distributor distributor yang kami kunjungi menetapkan harga normal. Itu berarti akan tercipta persaingan. Sehingga toko-toko lain bisa menyesuaikan harga, paling tidak harganya tidak terlalu jauh dari normal,” ujarnya.
Untuk diketahui, sejumlah distributor yang didatangi DPRD seperti Oasis, Indogrosir, Toko 51, Toko 52, Indo Jaya dan Murni Utama.(S-10)