AMBON, Siwalima.id - Hingga Sabtu (8/11) siang, hanya dua kader Golkar yang telah menyatakan kesiapan secara resmi, untuk memimpin partai beringin Maluku.
Musda Golkar XI Maluku, akan dilaksanakan di Baileo Oikumene, Ambon, Sabtu (8/11), pukul 15.00 WIT dan dibuka Ketua Umum, Bahlil Lahadalia.
Adalah Umar Lessy dan Boy Sangadji, yang sudah terdaftar sebagai calon Ketua Golkar Maluku, pada steering committee, Musda Golkar XI, yang diketuai Junus Serang.
“Sampai saat ini hanya dua orang yang resmi mendaftar. Untuk informasi dari pihak lain, kami belum menerima info apapun,” ujar Serang kepada Siwalima.id, Sabtu siang.
Umar saat ini adalah Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, sedangkan yuniornya, Boy Sangadji, adalah Ketua Soksi Maluku, underbow partai kunging itu.
Awal wacana gelaran Musda Golkar XI, ada beberapa nama kader yang berkeinginan maju, selain Umar dan Boy.
Sebut saja Richard Rahakbauw, yang memang banyak makan asam garam di Partai Golkar.
Oleh pendukungnya, RR, sebutan akrabnya, digadang-gadang bakal membawa perubahan dan kemajuan bila memimpin Golkar Maluku.
RR juga dikabarkan sudah bolak-balik Jakarta, untuk melakukan lobi-lobi di Slipi, Kantor Pusat Golkar.
Ada pula nama Ridwan Rahman Marasabessy, yang kelak akan menggantikan almarhum Rasyad Effendi Latuconsina di DPRD Maluku.
Setidaknya ada empat nama kader Golkar potensial, yang sempat disebut-sebut bakal meramaikan Musda XI Golkar Maluku.
Dari luar kader, nama Abdullah Vanath, Wakil Gubernur Maluku saat ini, santer disebut melakukan menuver, hingga ke DPP Golkar.
Konon keinginannya untuk memimpin Golkar Maluku, sempat mendapat dukungan dari beberapa petinggi Golkar di Jakarta.
Hanya saja, Vanath terhalang regulasi, lantaran dia sama sekali bukan kader beringin.
Hingga tiga hari jelang Musda XI, hanya dua nama yang tersisa, Umar Lessy dan Boy Sangadji. Keduanya bahkan mendapat dukungan luar biasa dari pengurus Golkar di tingkat kabupaten dan kota se Maluku.
Nama Ridwan yang awalnya didukung oleh kader dan pengurus Golkar Maluku, perlahan hilang. Begitu pula dengan RR. Belakangan dikabarkan RR mundur dan menggalang dukungan ke Umar Lessy, dengan iming-iming jabatan sekretaris.
Soal ini, baik Umar Lessy maupun Rahakwabuw, belum bisa dikonfirmasi. Telepon seluler tak bisa dihubungi, begitu pula dengan pesan singkat yang dikirim, juga tak dijawab.
Dukungan Mayoritas
Umar Lessy dan Boy Sangadji, mengklaim telah memenuhi syarat 30 persen dukungan, dari pemilik hak suara yang tersebar di kabupaten dan kota, serta organisasi pendiri dan yang didirikan Golkar.
Boy bilang dia didukung lima kabupaten dan kota, yakni Seram Bagian Barat, Buru, Kepulauan Aru, Bursel dan Kota Ambon.
Tak mau kalah, Umar Lessy juga mengaku telah memperoleh 6 suara dari kabupaten dan kota, yaitu Kabupaten Seram Timur, Kota Tual, Maluku Tengah, Maluku Tenggara, Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya.
Umar juga mengaku didukung oleh organisasi sayap Partai Golkar, yakni AMPG dan KPPG, serta organisasi pendiri Kosgoro dan MKGR.
Dari peta dukungan sementara pemilik hak suara, maka hampir bisa dipastikan Umar Lessy akan keluar sebagai pemenang dan memimpin Partai Golkar Maluku, periode 2025-2030 mendatang.
Oleh kader Golkar, Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Administrasi Negara dan Good Governance itu memang dikenal sebagai organisatoris handal yang tak banyak bicara.
Salah satu sebab, Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia, menunjuknya sebagai pelaksana tugas Ketua Golkar Maluku, adalah kemampuannya untuk memimpin dan menjalankan organisasi secara baik. (S-26)