AMBON, Siwalima.id - Musyawarah Daerah DPD II Partai Golkar Kota Ambon yang digelar di Manise Hotel Ambon, 30 April lalu mendadak dihentikan saat sidang pleno tengah berlangsung.
Penghentian musda dilakukan Ketua Harian DPD I Golkar Maluku, Ridwan Marasabessy dengan alasan adanya arahan dari Ketua Umum Partai Golkar.
Situasi tersebut memicu tanda tanya besar di kalangan kader maupun publik, lantaran forum resmi partai itu dihentikan tanpa penjelasan rinci terkait kelanjutan pelaksanaannya.
Akademisi FISIP Unpatti, Said Lestaluhu menilai, penundaan musda ini kuat dipengaruhi dinamika internal partai, terutama terkait belum adanya kesepahaman antara struktur daerah dan pusat.
“Kelihatannya penundaan ini dipengaruhi beberapa faktor. Ada pihak-pihak yang merasa belum siap menerima calon tunggal sehingga membutuhkan legitimasi kuat dari pimpinan pusat,” ucap Said di Ambon, Senin (4/5).
Menurutnya, dalam sistem kekuasaan partai politik, DPP memiliki kewenangan besar sehingga keputusan strategis di daerah sangat bergantung pada restu pusat.
“Karena struktur partai itu sangat sentralistik, maka ketika ada penundaan seperti ini menandakan belum tercapai keseimbangan pandangan antara DPD dan DPP,” ujarnya.
Ia menduga, terdapat perbedaan pandangan di internal partai, baik menyangkut mekanisme musda maupun dinamika faksionalisasi di tingkat bawah.
“Bisa jadi belum ada deal politik antara DPD dengan DPP, sehingga pelaksanaan musda belum mendapat kepastian apakah dilanjutkan atau tidak,” jelas Said.
Hingga kini, belum ada kepastian resmi dari DPD I Golkar Maluku terkait jadwal lanjutan Musda DPD II Kota Ambon tersebut.
Tunggu Arahan DPP
Sejumlah pihak juga mempertanyakan alasan penghentian musda yang sebelumnya telah berproses sesuai mekanisme. Bahkan, muncul dugaan penundaan tersebut berkaitan dengan upaya mendorong figur tertentu, termasuk nama Wakil Walikota Ambon, Elly Toisutta dalam kontestasi Ketua DPD II Golkar Kota Ambon.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris DPD Golkar Maluku Anos Jeremias menegaskan, penundaan Musda Golkar Kota Ambon ini, semata-mata karena masih menunggu arahan dari DPP Partai Golkar.
“Sementara masih koordinasi dengan DPP, jadi kita nantikan saja,” ucap Anos kepada Siwalima melalui telepon selulernya, Senin (4/5).
Ia juga membantah berbagai spekulasi yang berkembang dipublik terkait adanya intervensi atau kepentingan tertentu dibalik penundaan tersebut. Menurutnya, informasi yang beredar hanyalah isu liar yang tidak perlu ditanggapi secara berlebihan.
“Kan tanggal 29 sudah ditunda pelaksanaan musda sebelum dilanjutkan pada tanggal 30 kemarin. Jadi bagi kami isu yang tengah bertebaran itu hanya isu liar dan tidak perlu ditanggapi,” tegas Anos.
Ada Kepentingan
Sebelumnya diberitakan, penundaan Musyawarah Daerah X Partai Golkar Kota Ambon, diduga berkaitan dengan kepentingan politik orang tertentu.
Dugaan ini disampaikan Pimpinan Kecamatan Golkar Baguala, Joseph Ruban Joseph kepada Siwalima melalui telepon selulernya, Sabtu (2/5).
Hal ini patut dicurigai dikarenakan, seluruh tahapan pelaksanaan Musda X sebelumnya telah berjalan sesuai prosedur. Bahkan agenda musda telah ditetapkan melalui rapat pleno oleh DPD I Golkar Maluku untuk digelar pada 30 April 2026.
“Secara tahapan, semua sudah berjalan dengan baik. Keseriusan DPD II juga sudah 100 persen. Jadi kalau kemudian terjadi penundaan, kami melihat ada kepentingan tertentu dibalik itu,” ucap Joseph.
Ia mengaku, pelaksanaan musda sempat berlangsung hingga tahap pembukaan. Namun, kegiatan tersebut dihentikan oleh Ketua Harian DPD I Partai Golkar Maluku Ridwan Marasabessy, karena dinamika yang berkembang dalam proses pencalonan ketua.
Joseph menyebut isu adanya dorongan kepada figur tertentu untuk menjadi ketua bukan sekadar rumor.
Menurutnya, indikasi adanya upaya agar kandidat tertentu mengikuti arahan dari pihak-pihak di tingkat DPD I. Meski demikian, dukungan Pimpinan Kecamatan Golkar Baguala tetap solid kepada bakal calon ketua, Steven Ishak Rizakota.
Pasalnya, dukungan tersebut, telah melalui mekanisme organisasi yang sah di tingkat kecamatan.
“Kami sudah melewati pleno kecamatan secara resmi dan terbuka. Dukungan itu sah secara organisasi, sehingga tidak akan berubah lagi,” tegas Joseph.
Joseph mengaku, pihaknya menghadapi kesulitan menjelaskan kondisi tersebut kepada kader di tingkat kecamatan, jika ketidakpastian terus berlanjut.
Berdasarkan informasi yang berkembang, Steven Ishak Rizakota telah dipanggil DPPPartai Golkar untuk bertemu dengan ketua umum.
Ia berharap, dinamika internal ini dapat diselesaikan secara demokratis dan musda akan kembali dilanjutkan sesuai mekanisme partai. “Golkar adalah partai besar yang terbiasa dengan dinamika. Kami yakin demokrasi akan menemukan jalannya dan musda akan dilanjutkan,” cetusnya.
Ia juga menyebut lima pimpinan kecamatan Partai Golkar di Kota Ambon telah bersepakat untuk tetap mendukung Steven Ishak Rizakota sebagai calon ketua.
“Kami yakin di tangan Steven, Golkar Kota Ambon bisa lebih maju dan lebih baik ke depan,” tegasnya.
Berbeda dengan Baguala, Pimpinan Kecamatan Nusaniwe Partai Golkar, Natalia Pattiasina memilih tidak memberikan komentar.
Ia menyarankan agar, hal tersebut ditanyakan langsung ke Ketua DPD II Partai Golkar Maluku.
“Mohon maaf, untuk saat ini saya dari Kecamatan Nusaniwe no coment. Saran saya, agar minta tanggapan langsung dari Ketua DPD II saja atau mau lebih jelas nanti dengan pimpinan DPD I, karena mereka yang menunda musda ini. Terimakasih,” usulanya. (S-10/S-26)