SIWALIMA.id > Berita
Tiga Nama Menguat di Bursa Musda Golkar Ambon
Politik | Senin, 27 April 2026 pukul 13:26 WIT

AMBON, Siwalima.id - Kontestasi Musyawarah Daerah (Musda) DPD II Partai Golkar Kota Ambon mulai memanas. Sejumlah nama mencuat sebagai bakal calon ketua, seiring dibukanya tahapan pen­daftaran.

Dari dinamika yang ber­kembang, tiga figur disebut paling berpeluang mera­maikan perebutan kursi pimpinan partai ber­lambang pohon beringin tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ketiga nama itu adalah Dessy Kosita Hallauw, Steven I Risakotta, dan Ely Toisuta. 

Munculnya ketiga figur ini dinilai tidak terlepas dari posisi strategis mereka di internal partai, manuver politik yang dilakukan serta du­kungan basis suara yang dimiliki.

Seorang simpatisan Partai Gol­kar di Ambon yang enggan dise­but­kan namanya menilai, ketiga kandidat memiliki kekuatan ma­sing-masing yang dapat menjadi modal dalam memimpin partai ke depan.

"Kalau dilihat, mereka ini figur-figur yang sudah teruji. Ibu Dessy kuat distruktur dan pengalaman organisasi, Pak Steven punya jari­ngan luas di organisasi sayap, semen­tara Ibu Ely punya rekam jejak elektoral dan pengalaman birokrasi. Tinggal bagaimana nanti bisa menyatukan kekuatan partai," ujarnya.

Dessy Kosita Hallauw yang dike­nal sebagai salah satu srikandi Golkar, memiliki pengalaman panjang di dunia kepartaian. Selain aktif dalam struktur partai, ia juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Ambon dan dipercaya memimpin SOKSI Kota Ambon.

Sementara itu, Steven I. Risa­kotta dinilai sebagai figur dengan jaringan organisasi yang kuat. Ia di­ke­tahui aktif di sejumlah orga­nisasi sayap Partai Golkar, dianta­ranya sebagai Ketua PP AMPG, Ketua DPP Bapera, serta Wakil Ke­tua Umum DPP AMPI. Posisi terse­but disebut menjadi kekuatan ter­sendiri dalam menggalang du­ngan.

Adapun Ely Toisuta, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Walilkota Ambon, memiliki rekam jejak politik yang cukup mentereng bersama Partai Golkar. 

Ia pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Ambon periode 2019–2024, sekaligus menjadi perem­puan pertama yang men­duduki posisi tersebut.

"Pengalaman Ibu Ely memimpin DPRD itu jadi bukti kapasitas. Tapi semua kandidat punya peluang yang sama, tergantung bagaimana komunikasi politik dibangun," tambah simpatisan tersebut.

Persaingan menuju kursi Ketua DPD II Golkar Kota Ambon diper­kirakan akan berlangsung ketat. Apalagi para kandidat dihadapkan pada tantangan besar untuk mengembalikan kejayaan partai.

Pada pemilu 2024, perolehan kursi Partai Golkar di DPRD Kota Ambon mengalami penurunan dari empat kursi menjadi tiga kursi, sekaligus kehilangan posisi pim­pinan dewan. Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah bagi kepemim­pinan mendatang.

Simpatisan berharap, siapapun yang terpilih dalam Musda nanti mampu menjadi figur pemersatu dan membawa Partai Golkar kembali bangkit.

"Harapan kami sederhana, siapapun yang terpilih harus bisa merangkul semua kader dan simpatisan. Golkar ini besar kalau solid," tandasnya.

Buka Pendaftaran 

DPD Partai Golkar Kota Ambon resmi menetapkan tahapan pelak­sanaan Musda ke-X yang dijadwal­kan berlangsung pada 30 April 2026. 

Panitia membuka ruang bagi kader terbaik untuk maju sebagai calon ketua dengan sejumlah persyaratan ketat sesuai petunjuk teknis partai.

Ketua Steering Committee (SC) Musda ke-X, Saka Ririhena dalam kete­rangan persnya di Kantor DPD Golkar II Jumat (24/4) menjelas­kan, keputusan tersebut diambil dalam rapat internal partai yang digelar di Sekretariat DPD Golkar Ambon. Salah satu agenda utama adalah penetapan jadwal dan ta­ha­pan penjaringan bakal calon ketua.

"Pendaftaran bakal calon akan dibuka mulai 25 hingga 27 April 2026, dan ditutup tepat pukul 00.00 WIT. Setelah itu, panitia akan melakukan evaluasi selama dua hari, yakni 28 sampai 29 April, sebelum penetapan calon pada saat Musda 30 April," jelasnya.

Ia menegaskan, seluruh proses akan mengacu pada Juklak 02 Par­tai Golkar Tahun 2005. Dalam me­kanisme tersebut, setiap bakal ca­lon wajib memenuhi sejumlah kri­teria, di antaranya memiliki visi-misi yang jelas, sehat jasmani dan ro­hani, serta tidak memiliki keterkaitan dengan organisasi terlarang.

Selain itu, faktor loyalitas dan ka­pasitas menjadi penilaian utama. 

"Calon juga harus mendapat dukungan minimal 30 persen dari pemilik hak suara. Ini menjadi syarat penting untuk memastikan kandidat benar-benar memiliki basis dukungan yang kuat," ujarnya.

Ririhena mengakui, Golkar Kota Ambon saat ini tengah mengha­dapi tantangan setelah mengalami penurunan perolehan kursi di DPRD Kota Ambon, termasuk kehi­langan posisi pimpinan. Karena itu, Musda kali ini diharapkan menjadi momentum konsolidasi dan kebangkitan partai.

"Ini menjadi tanggung jawab bersama seluruh kader untuk membawa Golkar kembali lebih kuat dan mampu bersaing di tingkat kota maupun provinsi," tegasnya.

Sementara itu, Ketua Organizing Committee (OC), Sutan Marsida, menyampaikan pelaksanaan Musda direncanakan dibuka pada 30 April sekitar pukul 16.00 WIT. Ia memastikan panitia telah mem­persiapkan seluruh kebutuhan kegiatan secara maksimal.

"Harapan kami, seluruh kader dapat berpartisipasi aktif sehingga Musda berjalan demokratis, damai, dan tanpa tekanan. Ini momentum penting menentukan arah masa depan partai," kata Marsida.

Ia juga mengungkapkan, terda­pat perbedaan dalam struktur kepanitiaan Musda kali ini. Selain SC dan OC, panitia turut melibatkan unsur pengarah dan penanggung jawab guna memperkuat proses penjaringan.

Langkah tersebut diambil untuk memastikan mekanisme berjalan lebih transparan dan akuntabel, serta mampu melahirkan kepe­mimpinan yang solid.

Dengan tahapan yang telah ditetapkan, Musda ke-X Golkar Ambon diharapkan menjadi titik balik kebangkitan partai dalam menghadapi dinamika politik ke depan.(S-10)

BERITA TERKAIT