AMBON, Siwalima.id - Kontestasi Musyawarah Daerah (Musda) DPD II Partai Golkar Kota Ambon mulai memanas. Sejumlah nama mencuat sebagai bakal calon ketua, seiring dibukanya tahapan pendaftaran.
Dari dinamika yang berkembang, tiga figur disebut paling berpeluang meramaikan perebutan kursi pimpinan partai berlambang pohon beringin tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, ketiga nama itu adalah Dessy Kosita Hallauw, Steven I Risakotta, dan Ely Toisuta.
Munculnya ketiga figur ini dinilai tidak terlepas dari posisi strategis mereka di internal partai, manuver politik yang dilakukan serta dukungan basis suara yang dimiliki.
Seorang simpatisan Partai Golkar di Ambon yang enggan disebutkan namanya menilai, ketiga kandidat memiliki kekuatan masing-masing yang dapat menjadi modal dalam memimpin partai ke depan.
"Kalau dilihat, mereka ini figur-figur yang sudah teruji. Ibu Dessy kuat distruktur dan pengalaman organisasi, Pak Steven punya jaringan luas di organisasi sayap, sementara Ibu Ely punya rekam jejak elektoral dan pengalaman birokrasi. Tinggal bagaimana nanti bisa menyatukan kekuatan partai," ujarnya.
Dessy Kosita Hallauw yang dikenal sebagai salah satu srikandi Golkar, memiliki pengalaman panjang di dunia kepartaian. Selain aktif dalam struktur partai, ia juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Ambon dan dipercaya memimpin SOKSI Kota Ambon.
Sementara itu, Steven I. Risakotta dinilai sebagai figur dengan jaringan organisasi yang kuat. Ia diketahui aktif di sejumlah organisasi sayap Partai Golkar, diantaranya sebagai Ketua PP AMPG, Ketua DPP Bapera, serta Wakil Ketua Umum DPP AMPI. Posisi tersebut disebut menjadi kekuatan tersendiri dalam menggalang dungan.
Adapun Ely Toisuta, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Walilkota Ambon, memiliki rekam jejak politik yang cukup mentereng bersama Partai Golkar.
Ia pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Ambon periode 2019–2024, sekaligus menjadi perempuan pertama yang menduduki posisi tersebut.
"Pengalaman Ibu Ely memimpin DPRD itu jadi bukti kapasitas. Tapi semua kandidat punya peluang yang sama, tergantung bagaimana komunikasi politik dibangun," tambah simpatisan tersebut.
Persaingan menuju kursi Ketua DPD II Golkar Kota Ambon diperkirakan akan berlangsung ketat. Apalagi para kandidat dihadapkan pada tantangan besar untuk mengembalikan kejayaan partai.
Pada pemilu 2024, perolehan kursi Partai Golkar di DPRD Kota Ambon mengalami penurunan dari empat kursi menjadi tiga kursi, sekaligus kehilangan posisi pimpinan dewan. Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah bagi kepemimpinan mendatang.
Simpatisan berharap, siapapun yang terpilih dalam Musda nanti mampu menjadi figur pemersatu dan membawa Partai Golkar kembali bangkit.
"Harapan kami sederhana, siapapun yang terpilih harus bisa merangkul semua kader dan simpatisan. Golkar ini besar kalau solid," tandasnya.
Buka Pendaftaran
DPD Partai Golkar Kota Ambon resmi menetapkan tahapan pelaksanaan Musda ke-X yang dijadwalkan berlangsung pada 30 April 2026.
Panitia membuka ruang bagi kader terbaik untuk maju sebagai calon ketua dengan sejumlah persyaratan ketat sesuai petunjuk teknis partai.
Ketua Steering Committee (SC) Musda ke-X, Saka Ririhena dalam keterangan persnya di Kantor DPD Golkar II Jumat (24/4) menjelaskan, keputusan tersebut diambil dalam rapat internal partai yang digelar di Sekretariat DPD Golkar Ambon. Salah satu agenda utama adalah penetapan jadwal dan tahapan penjaringan bakal calon ketua.
"Pendaftaran bakal calon akan dibuka mulai 25 hingga 27 April 2026, dan ditutup tepat pukul 00.00 WIT. Setelah itu, panitia akan melakukan evaluasi selama dua hari, yakni 28 sampai 29 April, sebelum penetapan calon pada saat Musda 30 April," jelasnya.
Ia menegaskan, seluruh proses akan mengacu pada Juklak 02 Partai Golkar Tahun 2005. Dalam mekanisme tersebut, setiap bakal calon wajib memenuhi sejumlah kriteria, di antaranya memiliki visi-misi yang jelas, sehat jasmani dan rohani, serta tidak memiliki keterkaitan dengan organisasi terlarang.
Selain itu, faktor loyalitas dan kapasitas menjadi penilaian utama.
"Calon juga harus mendapat dukungan minimal 30 persen dari pemilik hak suara. Ini menjadi syarat penting untuk memastikan kandidat benar-benar memiliki basis dukungan yang kuat," ujarnya.
Ririhena mengakui, Golkar Kota Ambon saat ini tengah menghadapi tantangan setelah mengalami penurunan perolehan kursi di DPRD Kota Ambon, termasuk kehilangan posisi pimpinan. Karena itu, Musda kali ini diharapkan menjadi momentum konsolidasi dan kebangkitan partai.
"Ini menjadi tanggung jawab bersama seluruh kader untuk membawa Golkar kembali lebih kuat dan mampu bersaing di tingkat kota maupun provinsi," tegasnya.
Sementara itu, Ketua Organizing Committee (OC), Sutan Marsida, menyampaikan pelaksanaan Musda direncanakan dibuka pada 30 April sekitar pukul 16.00 WIT. Ia memastikan panitia telah mempersiapkan seluruh kebutuhan kegiatan secara maksimal.
"Harapan kami, seluruh kader dapat berpartisipasi aktif sehingga Musda berjalan demokratis, damai, dan tanpa tekanan. Ini momentum penting menentukan arah masa depan partai," kata Marsida.
Ia juga mengungkapkan, terdapat perbedaan dalam struktur kepanitiaan Musda kali ini. Selain SC dan OC, panitia turut melibatkan unsur pengarah dan penanggung jawab guna memperkuat proses penjaringan.
Langkah tersebut diambil untuk memastikan mekanisme berjalan lebih transparan dan akuntabel, serta mampu melahirkan kepemimpinan yang solid.
Dengan tahapan yang telah ditetapkan, Musda ke-X Golkar Ambon diharapkan menjadi titik balik kebangkitan partai dalam menghadapi dinamika politik ke depan.(S-10)