SIWALIMA.id > Berita
Lagi, MBG Makan Korban
Visi | Senin, 22 September 2025 pukul 22:36 WIT

PROGRAM  Makan Gizi Gratis makan korban di Maluku, Jika sebelum­nya sebanyak 30 siswa SMP Negeri 1 Tepa, Kecamatan Pulau-Pulau Babar, Kabupaten Maluku Barat Daya, kali ini 17 Siswa SD Negeri 19 Kota Tual mengalami keracunan, Kamis (18/9).

17 siswa SDN 19 ini dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Maren Tual pada pukul 10.30 WIT setelah menyantap makanan MBG, yang diduga berasal dari buah melon dalam paket gizi hari itu.

Peristiwa ini sontak menggemparkan guru, orang tua, hingga masyarakat sekitar sekolah.

Keracunan hanya dialami oleh siswa yang memakan buah melon. Sementara siswa lain yang tidak konsumsi melon tidak mengalami gejala apa pun.

Dari 17 siswa setelah mendapatkan perawatan medis di RS Maren Tual, 13 siswa dinyatakan membaik dan telah dipulangkan, sedangkan 4 siswa lainnya masih dirawat.

Kapolres Tual, AKBP Adrian  membenarkan kejadian tersebut.

Pihaknya menerima laporkan dari sekolah bahwa 17 siswa SDN 19 Kota Tual diduga alami keracunan.

Setelah dirawat di RS Maren Tual,  penanganan dilakukan dengan cepat, sehingga kondisi siswa berangsur membaik.

Setelah diberi obat dan infus, kondisi mereka sudah mulai stabil. Namun saat ini masih dirawat inap di rumah sakit, didampingi orang tua masing-masing.

Kapolres menyebutkan berdasarkan data yang dihimpun, 17 siswa yang keracunan itu terdiri dari, kelas 4,5 dan kelas 6.

Usut

Sementara itu, praktisi hukum Marnex Salmon menilai kasus ini menjadi alarm bagi pengawasan MBG di Kota Tual.

Kalau sampai 17 siswa keracunan ini bukan hal kecil. Tim SPPG harus lebih jeli, teliti, dan memastikan makanan yang dibagikan benar-benar layak konsumsi. Jangan sampai program yang niatnya baik justru membahayakan anak-anak.

Program MBG yang bertujuan mulia meningkatkan gizi anak-anak kini berubah menjadi sorotan tajam masyarakat.

Kasus ini menambah daftar panjang persoalan MBG di Maluku. Pemerintah daerah harus segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh, agar program yang semestinya menyehatkan anak-anak tidak terus berubah menjadi momok menakutkan bagi dunia pendidikan.

Sebelumnya di Kabupaten MBD, baru empat hari berjalan, program Makanan Bergizi Gratis di SMP Negeri Tepa, Kabupaten Maluku Barat Daya sudah bikin geger

Betapa tidak, puluhan siswa diduga mengalami keracunan usai konsumsi MBG. Total 30 siswa SMP Negeri 1 Tepa yang terkonfirmasi keracunan.

Sampel menu makanan bergizi yang disajikan kepada siswa di SMP Negeri 1 Tepa, Kecamatan Pulau-Pulau Babar dikirim ke Ambon untuk diperiksa laboratorium.

Pemeriksaan laboratorium secara lengkap untuk mengetahui penyebab sampai terjadinya keracunan makanan yang dialami puluhan siswa di SMP Negeri 1 Tepa.

Penegasan ini disampaikan Dandim 1511 Pulau Moa, Letkol Inf Nuriman Siswandi dalam rapat koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Maluku Barat, Forkopimda, Dinkes Forkopimcam Babar Barat, Puskesmas Tepa serta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Wilayah Kecamatan Babar Barat dan Pengelola Dapur Sehat, Jumat (12/9)

Dandim menegaskan, pihaknya tengah mengupayakan identifikasi penyebab pasti keracunan dengan mengirimkan sampel makanan ke laboratorium di Ambon untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Evaluasi menyeluruh akan mencakup perbaikan kualitas bahan baku, sterilisasi dapur secara higienis, hingga pengawasan ketat terhadap tenaga masak.

Berdasarkan laporan, seluruh siswa yang mengalami dugaan keracunan telah dinyatakan sembuh dan dapat kembali ke rumah masing-masing dan menurut keterangan medis, kondisi yang dialami para siswa lebih mengarah pada reaksi alergi yang menyerupai keracunan, namun tidak signifikan dan telah tertangani dengan baik.

Diharapkan kejadian ini dapat dijadikan bahan evaluasi semua pihak sehingga program MBG ini dapat berjalan dengan baik kedepannya

Dalam rakor yang dilakukan secara virtual dan dipimpin Wakil Bupati Agustinus L Kilikily dalam arahannya  menegaskan, rapat ini digelar menyusul adanya dugaan keracunan menu makanan MBG yang dialami pelajar SMPN Pualu Babar yang disuplay melalui dapur sehat beberapa hari lalu.

Di Maluku belum ada kejadian terkait penyaluran MBG bagi pelajar seperti ini dan tentunya dengan kejadian ini, membuat pemerintah daerah menjadi gelisah dan perlu mengambil langkah startegis penanganannya. (*)

BERITA TERKAIT